Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Tak Mau Bayar Arisan, Wanita Asal Buleleng Dilaporkan ke Polda Bali

23 Juni 2019, 18: 28: 07 WIB | editor : Nyoman Suarna

Tak Mau Bayar Arisan, Wanita Asal Buleleng Dilaporkan ke Polda Bali

ARISAN: Korban arisan online melapor ke Polda Bali. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Seorang wanita berinisial LS, 38, asal Buleleng dilaporkan korbannya ke Ditreskrimsus Polda Bali atas dugaan penipuan, karena membawa kabur uang arisan yang nilainya mencapai Rp 500 juta pada Sabtu (22/6).

"Terlapor, habis narik arisan terus menghilang. Ndak mau bayar. Banyak alasan kalau ditagih. Karena tidak ada iktikad baik, kami terpaksa lapor," ucap AS, salah satu korban.

Menurut korban, peristiwa bermula ketika LS memperkenalkan arisan dengan cara online pada tahun 2017 lalu. Karena tertarik, pelapor kemudian membentuk arisan online hingga akhirnya ada 16 orang yang ikut bergabung dalam kelompok arisan, termasuk terlapor. Nilainya pun bervariasi antara Rp 500 ribu, Rp 700 ribu, Rp 1 juta hingga Rp 30 juta.

Karena berkembang, pelapor bersama anggota yang mempunyai dana besar lalu membentuk kelompok-kelompok arisan online lain. Anehnya, meski awalnya ia yang memperkenalkan arisan model online, LS enggan menjadi ketua kelompok dan hanya memilih menjadi anggota biasa. "Dia ikut dan selalu mengambil nomor urut atas agar bisa menarik uang duluan," tutur korban.

Namun sejak akhir 2018, LS dikatakan mulai berulah. Usai mendapat uang arisan, terlapor tiba-tiba menghilang. Tak tanggung-tanggung, uang yang diperoleh selama ikut arisan mencapai Rp 500 juta. Ketika ditagih, terlapor beralasan tidak punya uang untuk membayar.

"Saya pernah datang ke rumahnya untuk menagih. Tapi dia bilang ndak bisa bayar karena ndak punya uang. Padahal kalau saya lihat, dia punya aset banyak," jelas korban lain INS.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia