Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Bulu Anjing Kintamani Rontok di Hawa Panas, Cuma Mitos

23 Juni 2019, 20: 56: 47 WIB | editor : Nyoman Suarna

Bulu Anjing Kintamani Rontok di Hawa Panas, Cuma Mitos

MAKIN DIGEMARI: Nengah Darsana menunjukkan anjing Kintamani miliknya, Minggu (23/6).. (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Orang awam pasti mengira bulu anjing ras Kintamani akan rontok apabila hidup di daerah berhawa panas. Letak geografi Kintamani yang berada di dataran tinggi membuat bulu anjing berbulu lebat ini tumbuh sehat. Pernyataan itu tidak sepenuhnya benar.

Salah seorang peternak anjing ras Kintamani, I Nengah Darsana, menyangkal hal itu. Menurut Darsana, anjing asli Desa Sukawana, Kintamani, itu gampang dipelihara. Anjing Kintamani tidak mesti dipelihara di dataran tinggi. 

"Memang banyak yang bilang begitu. Padahal anjing Kintamani gampang dipelihara, asal serius memelihara. Diajak ke hawa yang panas, seperti Denpasar, atau Jakarta, ya gak masalah. Bulunya rontok itu cuma mitos," kata Darsana, ketika Bali Express (Jawa Pos Grup) menemuinya di Pengotan, Minggu (23/6).

Ada belasan ekor anjing yang dia tangkar. Bapak dua anak ini mulai melakukan pengembangbiakan sejak lima tahun terakhir. Beberapa orang berminat memiliki anjing itu. Dia pun menjualnya ke beberapa orang untuk dijadikan anjing penjaga. Ada juga yang tertarik untuk kebutuhan pertunjukan.

Anjing Kintamani sudah diakui sebagai salah satu anjing ras dunia oleh Federation Cynologique Internationale (FCI). Dengan ini, anjing ras Indonesia mendapat pengakuan dunia pertama kali. "Banyak nilai yang saya dapat dari ini, serius," kata dia.

Perjuangan yang dilakukan Himpunan Trah Anjing Kintamani Bali (HTAKB) tak sia-sia. Berkat pengakuan itu, anjing Kintamani kian dikenal. Peminatnya bermunculan di kalangan mancanegara. "Saya pernah kirim untuk tamu di Badung, di Seminyak, Kuta, dan lainnya," tuturnya.

Karakter anjing Kintamani bermacam-macam. Ada yang penakut, galak, dan familier. Orang-orang banyak membeli yang familier untuk dipelihara. Berdasarkan kelasnya terbagi atas dua jenis, yakni standar dan premium.

Kelas standar dijual seharga Rp 1-2 juta. Sedangkan kelas premium dijual seharga Rp 5 juta. Anjing premium paling banyak diburu. Selain bisa diandalkan sebagai anjing penjaga, kelas ini sering dipakai untuk pertunjukan.

Kata Darsana, tidak semua anjing yang hidup di Kintamani dapat disebut ras asli. Umumnya anjing jenis ini bisa dilihat dari ukuran tubuh yang sedang cenderung besar, memiliki ekor berbulu dan melengkung seperti tupai, serta berbulu lebat berwarna putih kemerahan. "Untuk klasifikasinya, kita harus tahu jelas induknya. Karena banyak anjing asli yang kawin dengan anjing Bali biasa," pungkasnya.

(bx/aka/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia