Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Mega Terperanjat Lihat Foto dan Berita Dirinya Gendong Prananda

24 Juni 2019, 10: 14: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mega Terperanjat Lihat Foto dan Berita Dirinya Gendong Prananda

KLIPING: Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno yang sekaligus Ketua Umum Museum Bung Karno Gus Marhaen menunjukkan kliping Koran kelahiran Prananda Prabowo. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Ada catatan menarik yang masih tersimpan baik di Museum Agung Bung Karno, Renon. Ini menyangkut restu bahkan harapan penerus garis keturunan Bung Karno. Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno yang sekaligus Ketua Umum Museum Bung Karno Gus Marhaen membongkar beberapa koleksi penting yang menyangkut ada restu Megawati terhadap Prananda Prabowo.

Koran Dwiwarna pernah melakukan wawancara khusus setelah Prananda lahir, disebutkan di alenia pertama Koran itu. 

Nj. Megawati Sukarnoputri Surindro, jang pada tanggal 23 April jang lalu telah dikarunia putra jang kedua, bersedia ingin mengsukseskan pemilu dengan turut berkampanje untuk partai jang mendjadi favouritnja.

Dalam wawantjara tertulis dengan “Dwiwarna” Nj. Megawati Sukarnoputri lebih landjut menjatakan bahwa ia melakukan suatu harapan kepada putra2nja untuk melandjutkan tjita2 sang ajah dan jang terutama meneruskan tjita2 perdjuangan kakeknja, bapak Megawati Bung Karno almarhum dalam keagungan rakjat dan bangsa.

Kemudian ditanya oleh wartawan Dwiwarna terkait dengan harapan Megawati terhadap putranya itu. Mega menjawab dalam wawancara itu,  Sebagai seorang ibu tentu sadja saja meletakkan suatu harapan, Insja Allah, putra2 saja ini melandjutkan tjita2 sang ajah dan jang terutama meneruskan tjita2 perdjuangan kakeknja almarhum dalam keagungan rakjat dan bangsa. (Sebagai seorang ibu tentu saja saya meletakkan suatu harapan, Insya Allah putra – putra saya ini melanjutkan perjuangan cita – cita sang ayah dan yang terutama meneruskan cita – cita perjuangan kakeknya almarhum dalam keagungan rakyat dan bangsa). 

“Jelas saat itu, Ibu Mega dengan tegas menaruh harapan besar kepada putranya untuk melanjutkan perjuangan ayahnya dan kakeknya. Siapa ayahnya, ya jelas Surindro dan kakeknya adalah Bung Karno. Bahkan Ibu Mega dalam berita itu menekankan pada kakek Prananda yaitu Bung Karno,” ujar Gus Marhaen.

Dengan kondisi ini, bisa didalami makna – makna ungkapan itu ketika menyebut bahwa anaknya yang digendong saat wawancara (Prananda) itu diharapkan kelak mampu melanjutkan perjuangan Presiden Pertama RI Soekarno. “Harapan besar dan restu Mega ke Prananda sebagai anak kedua, yang digendongnya saat wawancara itu adalah mampu nanti meneruskan perjuangan Bung Karno. Restu ibu sangat penting, bahkan itu doa paling kuat bagi karir Prananda kelak,” kata Gus Marhaen.

Ketika Peresmian Mueseum Agung Bung Karno 22 November 2015 silam, yang diresmikan oleh Megawati dan dihadiri oleh Prananda juga. Gus Marhaen menunjukkan kliping Koran Dwiwarna yang terlihat Megawati menggendong Prananda. Saat itu Megawati sempat terperanjat, bahwa wajahnya langsung seperti terharu. Saat itu Megawati membaca lebih seksama isi berita itu. Megawati membenarkan semua isi berita itu, termasuk harapan – harapannya. Dan Prananda juga mengamati dengan detail koran itu, bahkan membacanya sangat detail.

“Ini fakta, kami menjaga catatan sejarah penting ini. Tentang jejak Bung Karno, dan terkait keluarganya termasuk anaknya ibu Mega sampai cucunya Mas Nanan (Panggilan Prananda),” sebut Gus Marhaen sambil menunjukan catatan – catatan lain terkait Prananda.

Sekedar mengingatkan kongres PDIP sudah pasti di Bali. Yang menarik bukan hanya menyangkut Kongresnya, namun sudah mulai muncul riak – riak terkait posisi Ketua Umum Megawati Soekarno Putri yang sudah sepuh. Ada yang menyebut Mega akan memilih tidak memberikan generasi selanjutnya untuk memimpin PDIP, namun ada juga yang menyebutkan akan dibuat tambahan dalam struktur pengurus yaitu Ketua Harian dan Wakil Ketua Umum. 

Jabatan ini, untuk keringanan beban kerja bagi Ketum Megawati. Megawati selain sebagai simbol partai juga tetap menjadi tokoh kunci kebijakan PDIP. Namun rutinitas aktivitas partai nanti tertumpu pada Ketua Harian dan Wakil Ketua Umum. 

Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto pun menjelaskan alasan kongres dipercepat. Dia mengatakan, selain menyesuaikan dengan agenda pemerintahan negara, PDIP juga bermaksud menyesuaikan seluruh agenda strategis partai pasca pemilu 2019.

“Sehingga ini sebagai langkah bagi tugas ideologis strategis partai ke depan. Itulah yang menjadi intisari pemikiran Ketua Umum PDIP, Ibu Megawati Soekarnoputri,” ujar Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Jumat (14/6) di Kantor DPP PDIP Jakarta. Selain itu usai Rakernas PDIP Rabu (19/6) Sekalipun kongres masih akan berlangsung dua bulan lagi, hal utama dalam kongres yaitu pemilihan Ketua Umum, sudah dibicarakan terbuka.

Menurut politisi senior PDIP Pramono Anung, dugaan kuat Megawati akan kembali dipilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PDIP 2020-2025. Kader di berbagai daerah menilai Megawati berhasil menyatukan semua kader dan sukses membawa PDIP memenangi pilpres.

Meski Ketua Umum tak berubah, namun organisasi diwacanakan untuk berubah. Ada wacana memasukkan jabatan baru ketua harian atau wakil ketua umum di struktur kepengurusan partai. Menurut Pramono, kandidat kuat untuk mengisi jabatan baru itu pun sudah ada regenerasi. “Saya yakin Ketum sedang menyiapkan regenerasi PDIP dengan cermat, baik ketum tetap beliau ataupun penggantinya yang ditunjuk,” ujar Pramono. 

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia