Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Features

Museum Agung Bung Karno Abadikan Jejak Hidup Prananda

24 Juni 2019, 10: 46: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Museum Agung Bung Karno Abadikan Jejak Hidup Prananda

LUKISAN: Museum Agung Bung Karno menyimpan lukisan Megawati menggendong Prananda. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

Koleksi Museum Agung Bung Karno memang sangat banyak. Bahkan Perpustakaan Nasional menyebut koleksinya lebih banyak dari koleksi Perpustakaan Nasional. Hal- hal yang menyangkut dengan Bung Karno dan keluarganya, termasuk Megawati dan anaknya Prananda, sangat banyak. Seperti apa?

I KETUT ARI TEJA, Denpasar

 

Sekitar pukul 10.00 di Museum Agung Bung Karno yang berada di Jalan Raya Puputan, Renon termasuk sisi timur bangunan berada di Jalan Pegangsaan Timur 56 terlihat masih lenggang. Seorang tukang bangunan sedang menyusun batu mata merah, untuk membuat taman. Selain itu satu pegawai Museum Bung Karno bernama Murni sedang sibuk melakukan pendataan koleksi Museum. “Ini masuk – masukkan data, untuk koleksi Museum,” ujar Murni, sambil menjelaskan bahwa Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno yang sekaligus Ketua Umum Museum Bung Karno Gus Marhaen segera akan sampai di Museum. “Tunggu sebentar, Pak Gusnya sudah meluncur ke museum,” jelas Murni.

Benar tak begitu lama akhirnya Gus Marhaen datang. Dan sesuai dengan janji sebelumnya, akhirnya langsung membuka beberapa koleksi penting tentang hal – hal yang menyangkut dengan data kliping kehidupan Megawati termasuk Bung Karno. Kliping ini sudah tersimpan rapi dalam satu album, dan mendokumentasikan kejadian – kejadian khususnya saat Bung Karno wafat, kemudian terkait dengan suami dari Megawati, yaitu Surindro yang meninggal karena kecelakaan pesawat Sky Van (baca berita lain, di halaman ini). “Ini kliping – kliping berita yang mengungkap, bagaimana kondisi ketika Bung Karno wafat, kemudian suami Megawati hilang dengan pesawat Sky Van. Termasuk juga kisah Prananda yang saat itu masih dalam kandungan Bu Mega,” kata Gus Marhaen sambil terus membalik halaman kumpulan kliping itu.

Foto Megawati menggendong bayi Prananda malah sudah dituangkan ke dalam kanvas oleh pelukis. Beberapa lukisan sudah jadi. Baik dalam bentuk lukisan hitam putih dan lainnya. “Publik tahunya Prananda saat ini, tidak banyak tahu bagaimana menderita dari kandungan, saat bayi tidak tahu ayahnya dan kakeknya,” pria yang selalu mengenakan peci ala Bung Karno ini.

Kisah ini yang membuat Gus Marhaen akhirnya semakin banyak mengumpulkan data dan fakta menyangkut Prananda, yang memiliki nama lengkap Muhammad Prananda Prabowo Sura Megendra Karna Djaja. Bahkan Gus Marhaen akhirnya punya ide untuk membuat lukisan raksasa dengan ukuran 4 x 5 meter. “Lukisan raksasa 4 x 5 meter ini sebagai wujud semangat perjuangan 1945. Saya juga dengan semangat 45 ingin mewujudkan hal yang sangat tidak mudah ini,” ujarnya.

Yang pertama adalah untuk mencari kanvas yang utuh saja sangat sulit. Karena tidak ada kanvas lebar 4 meter, paling lebar adalah 3 meter. Kalau mau membuat 4 meter, itu harus disambung. Kanvas dengan sambungan akan tidak bagus jika dilukis. “Akhirnya saya bisa dapatkan, dengan memesan khusus di Bandung,” kata dia sambil menyedot rokoknya.

Dan tak sampai di sana, untuk mewujudkan niatnya ini benar – benar menjadi lukisan yang hebat. Gus Marhaen berjuang untuk meyakinkan Maestro Nyoman Gunarsa asal Banda, Klungkung untuk melukisnya. Dan bisa dibayangkan bagaimana cara untuk meyakinkan, sampai akhirnya Gunarsa mau melukisnya. Padahal Gunarsa saat ini sudah mulai sakit, bahkan sekitar 6 bulan setelah lukisan selesai, Gunarsa berpulang pada 7 September 2017. “Pada saat itu Pak Gunarsa sudah mulai sakit, namun beliau semangat untuk membuatnya. Beliau belum pernah membuat lukisan sebesar 4 x 5 meter,” ungkapnya. “Jadi karya Maestro Nyoman Gunarsa yang terbesar, kami yang menyimpan,” sambung Gus Marhaen.

Untuk membuat lukisan ini memang perlu waktu, tenaga dan tekad luar biasa dari Nyoman Gunarsa. Bahkan sampai harus membuat tangga khusus untuk menggambarnya. Ada tiga sosok yang muncul dalam lukisan itu. Yang pertama adalah Bung Karno, kemudian Megawati yang menggendong Prananda saat bayi. Tiga sosok orang hebat itu, diabadikan dalam kanvas karya Gunarsa. “Saya yakin karya ini sudah tak ternilai lagi, dari segi uang,” tegasnya.

Karya Gunarsa ini dipasang di Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan nama Gedung Tri Sakti di areal Taman Agung Proklamasi. Dengan ukuran yang sangat besar. (*)

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia