Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Golkar Buleleng Gencarkan Konsolidasi Internal

24 Juni 2019, 11: 51: 15 WIB | editor : I Putu Suyatra

Golkar Buleleng Gencarkan Konsolidasi Internal

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Pencopotan sejumlah pimpinan Partai Golkar di tingkat kabupaten/kota yang diputuskan DPD I Golkar Bali beberapa waktu lalu memantik kegaduhan. Beberapa kader akar rumput di beberapa daerah langsung bereaksi. Menolak keputusan itu. Tapi di Buleleng justru situasinya agak lain. Pengurus justru meminta ada penyegaran.

Lantaran itu, Plt Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng I GK Kresna Budi, kini lagi gencar-gencarnya melakukan upaya konsolidasi di internal. Agenda pertamanya yakni memenuhi aspirasi pengurus. Yakni regenerasi kepengurusan.

Situasi itu diungkapkan Kresna Budi, Minggu (23/6) kemarin. Menurutnya, setelah melakukan rapat pleno beberapa waktu lalu, para pengurus yang hadir justru menginginkan adanya penyegaran. “Justru pengurus yang ikut pleno menginginkan penyegaran. Ini aneh di Buleleng,” sebut Kresna Budi.

Alasan yang terungkap dibalik aspirasi mengenai regenerasi kepengurusan itu, karena selama ini kegiatan di kepengurusan partai yang dirasa kurang maksimal. Ini salah satunya dicontohkan dengan rapat yang jarang kuorum. Serta banyak juga pengurus yang tidak aktif. “Setiap mau pleno nggak pernah kuorum selama ini. Penyegaran ini justru datangnya dari pengurus dalam pleno,” jelasnya.

Dia juga menceritakan bagaimana dirinya sempat “ditelikung” di masa kepemimpinan DPD I Golkar Bali dibawah komando Ketut Sudikerta. Pasca Putu Singyen mundur dari jabatannya sebagai Ketua DPD II, pengurus DPD I di provinsi justru menunjuk I Made Adi Djaya sebagai Plt Ketua DPD II.

Merespon penunjukan itu, Kresna Budi yang terhitung Korwil Pemenangan Buleleng di internal Partai Golkar memilih legowo. Sekalipun saat itu dirinya punya kans sebagai Plt Ketua DPD II.

Berkaca dari itu, dia meminta semua kader untuk menjaga kondusivitas partai. Belajar dari pengalaman yang pernah ada dan terjadi. “Serajahnya, Plt (Ketua DPD II Partai Golkar Buleleng) seharusnya saya. Ternyata saya ditelikung Pak Sudikerta. Saya nggak marah. Karena penunjukan Plt adalah wewenang DPD I. Kalaupun secara hirarki, saya di posisi korwil. Saya tidak marah. Justru saya mendukung,” bebernya.

Balik lagi ke soal regenerasi, Kresna Budi menyebutkan, pihaknya sudah melaporkan aspirasi itu ke Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto. Sekaligus menyampaikan dukungan kepada Airlangga Hartarto untuk maju mencalonkan diri sebagai Ketua DPP dalam munas nanti.

Menurut Kresna Budi yang juga anggota Komisi I DPRD Bali ini, ketua umum memberi pesan agar menjalankan aturan dan mekanisme partai. Serta tetap menjaga situasi kondusif di internal partai. “Waktu itu beliau hanya mengatakan, kalaupun ada riak-riak dari luar, ya diperhatikanlah. Yang penting kondusivitas partai selalu dijaga,” ujar Kresna Budi mengutip pesan ketua umumnya.

Saat ini, sambung dia, dirinya selaku Plt masih mereka-reka langkah apa saja yang akan dilaksanakan untuk memenuhi keinginan mengenai penyegaran tersebut. Sehingga menurutnya, pihaknya masih perlu membahasnya dalam rapat-rapat lanjutan. “Didasarkan pada masukan dari teman-teman. Baik yang di bawah maupun di atas (provinsi),” pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia