Selasa, 22 Oct 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Pak Oles: Keselamatan Kerja, 30 Orang Terpanggang Jadi Pelajaran

24 Juni 2019, 11: 54: 55 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pak Oles: Keselamatan Kerja, 30 Orang Terpanggang Jadi Pelajaran

Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kasus pabrik korek api yang terbakar dan menelan korban nyawa sampai 30 orang sungguh menyedihkan. Walaupun kasus ini terjadi di Desa Sambirejo, Kecamatan Binjai, Langkat, Sumatra Utara tetap mesti menjadi pelajaran bagi masyarakat Bali.

Menurut Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles kasus ini semestinya menjadi perhatian nasional. Untuk melakukan penertiban-penertiban terkait usaha-usaha yang sangat berbahaya namun tidak berizin. “Ini kan menjadi fakta yang menunjukan bahwa banyak usaha serupa tidak terpantau pemerintah. Masak usaha yang mestinya perlu ada perhatian serius, malah tidak berizin aktivitasnya,” kata mantan Calon Wakil Gubernur Bali ini.

Pengusaha sukses ini menyebutkan, ketika usaha yang sudah beroperasi secara aneh seharusnya pemerintah lebih peka. Misalnya ada usaha korek api, tapi pintu depannya digembok. Sehingga ketika terbakar sulit mencari jalan keluar, hingga akhirnya 30 orang mati terpanggang. “Ini sudah sangat mengerikan, nyawa manusia seperti tak ada nilainya. Mereka bekerja dengan posisi tidak jelas, namun bertaruh nyawa,” ungkap politisi Partai Demokrat ini.

Ketua Bapilu DPD Demokrat Bali ini menyebutkan, dari 30 orang yang tewas itu hanya satu orang yang memiliki BPJS. Artinya memang ada yang tidak beres dalam usaha ini. “Ini jangan sampai terjadi di Bali. Bahkan secara nasional mestinya tidak lagi ada yang terulang seperti ini,” sambung mantan Ketua DPD Hanura Bali ini.

Bagi Pak Oles, selayaknya kasus ini jadi pelajaran. Jadi di Bali mesti ada langkah evaluasi terhadap perusahan-perusahaan agar beraktivitas lengkap dengan perizinan. “Misalnya ada usaha gas elpiji, mesti dipastikan aman. Izin-izinnya lengkap, aktivitasnya terpantau rutin. Karena bisa saja memicu ledakan, dan bisa memakan korban,” sambung pria asal Bengkel Buleleng ini.

Selain itu, pemerintah mesti tegas ketika ada usaha-usaha tidak berizin untuk ada tindakan tegas. Dan mesti menerapkan standard keselamatan kerja yang benar-benar matang. “Jangan berikan kelonggaran, standard keselamatan kerja mesti dipastikan. Untuk benar-benar mampu menjaga keamanan pekerja saat bekerja,” pungkas alumnus Faculty of Agriculture Universitas of The Ryukyus Jepang ini.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia