Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Dewan Pertanyakan Pengelolaan Keuangan Perumda Gianyar

24 Juni 2019, 16: 42: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dewan Pertanyakan Pengelolaan Keuangan Perumda Gianyar

RAPAT : Pansus Penyertaan Modal Perumda Gianyar saat rapat kerja di Ruang Rapat, DPRD Gianyar, Senin (24/6). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gianyar pertanyakan pengelolaan keuangan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Gianyar. Hal itu ditanyakan oleh Pansus Penyertaan Modal Perumda dalam rapat kerja dengan Perumda, PDAM dan BPR Werhi Sedana  di Ruang Rapat, Kantor DPRD Gianyar, Senin (24/6).

Ketua Pansus, Made Budiasa menjelaskan rapat kerja dilakukan untuk mengetahui kondisi riil perusahan yang disusun pemerintah tersebut. Terlebih selama perjalanannya saat ini selalu mengalami kerugian. Bahkan ia mengatakan jika memang terus merugi dari tahun ke tahun, sebaiknya ditutup saja.

“Ini bukan persoalan sentimen, kalau merugi terus sebaiknya ditutup daripada terus menggerogoti keuangan daerah,” jelas Budiasa.

Salah satu anggota Pansus dari fraksi PDIP, I Wayan Ekayana meminta kondisi riil saat ini di masing-masing unit usaha. Mengingat selama ini yang dilaporkan adalah laporan neraca keuangan, namun bagaimana usaha memajukan perusahaan tidak dilampirkan.

Diungkapkan juga Perumda yang berdiri sejak 1984 itu, telah banyak menggerogoti anggaran daerah. Tapi hanya memberikan kontribusi maupun penyetoran laba yang sedikit. “Ini tiap tahun terus mendapat anggaran melalui APBD, tetapi perusahaan jalan di tempat. Ini artinya mesti ada evaluasi,” terangnya.

Pria asli Tegallalang itu juga menyarankan kepada PDAM  agar dikaji lebih mendalam. Terkait akan membuka usaha baru pabrik air dalam kemasan, mengingat saat ini air dalam kemasan sudah banyak. Sedangkan PDAM sebagai pendatang baru, sudah tentu harus berjuang untuk merebut pasar.

Sementara Direktur Perumda Gianyar, I Wayan Warna dalam kesempatan itu menjelaskan kenapa hal tersebut bisa jalan di tempat. Disampaikan Perumda memiliki beberapa usaha, terdiri atas percetakan, kontruksi dan RPH. Namun tidak banyak Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang melakukan pencetakan dan pembelian ATK di sana. “Padahal kami sudah mengajukan proposal,” terang Warna. 

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia