Selasa, 19 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Perut Bengkak dan Muntah Darah, Ayu Kerap Keluar Masuk Rumah Sakit

24 Juni 2019, 18: 21: 01 WIB | editor : Nyoman Suarna

Perut Bengkak dan Muntah Darah, Ayu Kerap Keluar Masuk Rumah Sakit

RAWAT: Ayu saat dirawat di RSUP Sanglah dengan kondisi perut membengkak. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Kadek Ayu Yuli Puspita Yani, 5, yang akrab dipanggil Ayu asal Banjar Tulang Nyuh, Desa Tegak, Klungkung ini terbaring di Ruang Cempaka 310 RSUP Sanglah sejak Rabu (12/6). Gadis cilik ini terlihat duduk diam sembari menikmati alat bantu napas yang dipasang di hidungnya. Badannya kurus dan perutnya menggembung besar.

Menurut keterangan sang ibu, Yuni, 25, sudah sejak usia 1,5 tahun kondisi Ayu seperti ini. Sebelumnya, awal kehamilan Yuni sudah USG tiga kali sebagaimana umumnya. Setelah Ayu lahir dan genap berusia 3 bulan, kondisinya mengalami sakit asma. “USG tiga kali. Normal. Kakaknya juga sama kayak dia sakit gini. Tapi sudah mendingan, ada di rumah,” ungkapnya.

Usai mendapatkan perawatan di rumah sakit di Klungkung, kondisi Ayu sempat membaik. Namun pada usianya yang menginjak 1,5 tahun, perut Ayu semakin membesar. Sudah setahun Ayu kerap muntah darah. Dari keterangan petugas medis yang didapat orang tuanya, selama menjalani perawatan, hati Ayu bengkak dan portalnya dikatakan tersumbat. Ayu kerap harus puasa makan sampai tiga hari usai kondisinya memburuk dan mengalami muntah.

“Ayu sering muntah darah. Perutnya bengkak berisi cairan. Ngengeknya juga bercampur darah. Dibilang asma oleh dokter. Tadi cairannya sudah diambil oleh dokter, dan dikasih obat. Kalau kumat lagi, langsung membengkak. Tambah bengkak, besar. Sudah terbiasa dia,” ujarnya.

Pengakuan Yuni, dalam sebulan bisa opname sampai dua kali. Pun dua hari sebelum kembali dirawat pada Rabu (12/6), Ayu sudah sempat diijinkan pulang. Mirisnya lagi, kadang Yuni merawat dua anaknya yang opname bersamaan, yakni Ayu dan kakanya Putu Cantika Dewi, 8.  Lantaran keduanya memiliki kemiripan penyakit. Setidaknya Putu Cantika kondisinya kini semakin membaik dan menjalani rawat jalan. Putu Cantika didiagnosa memiliki kista di hatinya sejak TK usai disuntik vitamin D dan E.

“Kadang barengan dia ini sama kakaknya opname. Sebulan bisa dua kali, paling lama 15 hari. Dulu awal masuk sampai sebulan. Kakaknya sampe berhenti sekolah karena sakit. Pernah satu bulan di rumah sakit,” kenangnya.

Ayu sesekali tampak batuk, bobotnya tinggal 14 kilogram. Yuni mengutip dari keterangan dokter yang menangani anaknya, Ayu tidak mungkin dioperasi. Satu-satunya jalan harus cangkok hati. Selama ini Ayu hanya mengkonsumsi obat oral yang diberikan oleh dokter. Ayu hanya bisa menangis jika sakitnya kambuh, lantaran dengan perutnya membengkak dia kesulitan bernafas saat menjelang tidur. “BAB-nya udah tujuh hari ini kuning. Tapi ini tadi balik hitam,” imbuhnya.

Pengakuan Yuni maupun sang suami Komang Rupawan, tidak memiliki riwayat sakit hati. Untungnya, biaya obat dan perawatan ditanggung BPJS. Namun untuk mendapatkan tambahan penghasilan, usai bekerja sebagai tukang potong batu di Batu Alam, Gianyar, malamnya bekerja serabutan memotong daging babi. Ini menjadi pilihannya, lantaran Komang Rupawan tak berani mengambil kerjaan yang terikat bulanan. Mengingat kondisi kedua anaknya yang sering keluar masuk rumah sakit dan opname. Pihaknya pun berharap adanya uluran tangan yang dapat meringankan beban keluarganya.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia