Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Transaksi Sabu, Warga Darmasaba Ditangkap di Gudang Pemotongan Babi

24 Juni 2019, 18: 48: 03 WIB | editor : Nyoman Suarna

Transaksi Sabu, Warga Darmasaba Ditangkap di Gudang Pemotongan Babi

GUDANG BABI: Tersangka pengedar sabu, Wayan Endik, ditangkap di gudang pemotongan babi. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, BADUNG – Petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung menangkap I Wayan Edik Ardika, 34, Sabtu (22/6) pukul 11.30, saat menghampiri pelanggannya di gudang pemotongan babi Banjar Bersih, Desa Darmasaba. Tersangka ditangkap saat akan memberikan paket narkoba kepada salah satu pecandu langganannya.

Dari informasi yang dihimpun, petugas mendapatkan laporan dari masyarakat, terkait aktivitas pelaku pada Juni 2019 lalu. Selain menekuni jual beli sapi di Pasar Beringkit, tersangka juga menyambi jualan barang haram tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, tersangka memang sehari-hari berada di TKP untuk membawakan roti sebagai pakan ternak.

 “Gerak-geriknya mengindikasikan sebagai pengedar narkoba dan sering menawarkan narkoba kepada para pembeli babi,” ungkap Kepala BNN Kabupaten Badung AKBP Ni Ketut Masmini, Senin (24/6).

Pada Sabtu (22/6) pukul 11.30, Tim Pemberantasan BNNK Badung terlebih dahulu mengamankan pecandu langganan tersangka di gudang pemotongan babi Banjar Bersih. Beberapa menit kemudian tersangka datang dengan mengendarai L 300 masuk dan langsung menemui langganannya. Petugas langsung menghampiri tersangka yang saat itu hendak memutar mundur kendaraannya, sembari tangan kanannya meraba sesuatu di saku depan celananya.

“Kami lakukan penggeledahan badan dan pakaian. Dari saku depan sebelah kanan celananya, tersangka mengeluarkan sebuah pipet kecil warna butih berisi sabu yang diakui milik tersangka,” ucapnya.

Kamar tidur tersangka di areal kandang babi pun juga digeledah. Petugas kembali menemukan dua paket sabu milik tersangka yang disimpan di almari pakaian. Selain itu juga barang bukti sebuah pipet putih  runcing di bagian ujungnya, untuk memecah sabu. Setelah penggeledahan, tersangka dan barang bukti dibawa ke Kantor BNN Kabupaten Badung untuk dilakukan proses hukum selanjutnya.

“Sabu yang kami amankan tiga paket seberat 0,9 gram, pipet kecil, handphone dan celana yang digunakan tersangka,” jelasnya.

Kepada petugas, tersangka mengaku mulai menggunakan dan mengedarkan narkoba sejak dua tahun lalu, usai bercerai dengan istrinya. Tersangka membeli dengan cara sistem tempel dari warga binaan Lapas Kerobokan. Namun menjualnya dengan cara hand by hand. Sayangnya, tersangka memilih bungkam terkait identitas warga binaan tersebut.

“Yang menjadi pelanggannya adalah orang-orang lokal, khususnya para pembeli babi karena tersangka ini juga tinggal di sebuah kamar di areal kandang babi,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 112 Ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Sedangkan terhadap pecandu langganan tersangka, dilakukan assessmen dan selanjutnya direhabilitasi.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia