Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Viral Ocehan Mantan Miss Universe Australia, Begini Kata Imigrasi Bali

24 Juni 2019, 19: 55: 33 WIB | editor : Nyoman Suarna

Viral Ocehan Mantan Miss Universe Australia, Begini Kata Imigrasi Bali

KLARIFIKASI: Klarifikasi terkait pernyataan mantan Miss Universe Australia Tegan Martin, 26, oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai. (AYU AFRIA ULIFA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Viralnya ocehan mantan Miss Universe Australia, Tegan Martin, 26, di instastory, akun media sosial instragramnya beberapa waktu lalu hingga diberitakan beberapa media asing Australia, mendapatkan respon dari Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Bali Amran Aris, Senin (24/6).

Dalam keterangannya, Amran didampingi jajarannya menyampaikan bahwa pernyataan Tegan tersebut diposting, Jumat (21/6), terkait passpornya. Tegan mengunggah pernyataan ke instastory-nya. “Wasn’t allowed on my flight due to this watermark in the corner of my passport. Has this happened to anyone else?” tulisnya.

Kronologi berawal dari rencana kedatangan Tegan, Minggu (16/6), dengan keberangkatan melalui Bandara di Sydney, Australia. Namun oleh pihak maskapai Jetstar di Australia, Tegan disarankan agar menunda keberangkatannya karena paspornya robek di bagian ujung kanan dan basah. Namun ia justru mengunggah pernyataan yang seakan-akan ditolak masuk ke Indonesia.

Tegan pun menunda keberangkatannya dan harus menunggu paspor yang baru. Hingga diketahui, yang bersangkutan masuk ke Bali, Senin (17/6) pukul 21.43. Data tersebut tercatat dalam perlintasan Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Ngurah Rai. Hal tersebut dikuatkan juga dengan tanggal pengeluaran paspor yang bersangkutan pada 17 Juni 2019.

Selama masuk ke wilayah Indonesia melalui Bandara Ngurah Rai Bali, Tegan diterima normal, layaknya wisatawan yang lain. Di sela-sela liburan mantan Miss Universe ini justru mencuat berita miring, dimana pihaknya diberitakan ditolak oleh pihak Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai ataupun denda sebesar 5.000 USD, lantaran paspornya  rusak.

“Itu pasti tidak terjadi, karena tanggal 16 tidak ada atas nama Tegan Martin yang melintas di Indonesia khususnya di TPI Ngurah Rai. Itu fitnah. TKP-nya di Australia,” terang Amran Aris.

Di Bali sendiri, Tegan diketahui menghabiskan waktunya di Ubud. Dan pulang ke negaranya, Minggu (23/6) pukul 21.00 menggunakan maskapai yang sama. Sayangnya, Tegan tidak bersedia melakukan klarifikasi terhadap pemberitaan yang mencatut statusnya tersebut.

Menurut petugas imigrasi yang sempat berkomunikasi beberapa menit menjelang kepulangannya, Tegan malah meyampaikan bahwa dirinya justru kaget dengan pemberitaan yang viral. Pun Tegan sempat meminta maaf atas kejadian itu, namun tidak bersedia mengklarifikasi dalam bentuk video melalui instagramnya lagi. Alasannya karena berita semacam ini dianggapnya akan hilang dengan sendirinya.

“Kami tidak atau belum melakukan pemeriksaan keimigrasian sebelum yang bersangkutan meninggalkan wilayah Indonesia. Sehingga dipastikan tidak terjadi penolakan atau penundaan keberangkatan oleh petugas imigrasi di TPI Ngurah Rai,” ungkapnya.

Menurut Amran, maskapai yang membawa penumpang yang masa berlaku paspornya kurang dari enam bulan, maka maskapai tersebut dikenakan denda sesuai dengan aturan yang berlaku hingga 5.000 USD. Sosialisasi terhadap kondisi paspor  yang bisa diterima masuk ke Indonesia sebenarnya sudah dilakukan sejak lima tahun lalu ke pihak-pihak maskapai luar negeri. Oleh karena itu, sudah sewajarnya jika pihak maskapai juga mengingatkan yang bersangkutan lantaran kondisi paspornya rusak.

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia