Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sidak Stan Kuliner PKB, BPOM Temukan Minuman Mengandung Rodamin B

24 Juni 2019, 21: 44: 30 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sidak Stan Kuliner PKB, BPOM Temukan Minuman Mengandung Rodamin B

PEMERIKSAAN: Petugas BPOM Denpasar melakukan uji kandungan terhadap beberapa sampel makanan yang dibeli dari beberapa pedagang di stan kuliner PKB Ke-41, Senin (24/6). (CHAIRUL AMRI SIMABUR/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Tim Pengawas Terpadu di bawah koordinasi Badan Pemeriksan Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar, Senin siang (24/6), menggelar sidak makanan yang dijajakan di stan kuliner areal Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-41. Incarannya adalah makanan atau minuman yang mengandung bahan pengawet seperti formalin, pewarna tekstil seperti rodamin dan boraks.

Hasilnya, dari 20 sampel makanan yang terdiri dari campuran minuman es, kerupuk, ikan goreng, sampai dengan gulali, terdapat satu yang mengandung bahan pewarna tekstil jenis Rodamin B.

Temuan itu diperoleh dari campuran minuman es di salah satu stan kuliner. Terkait temuan itu, petugas yang dipimpin Kepala BPOM Dra. I GA Adhi Aryapatni, menyambangi dan memberikan edukasi kepada pedagang tersebut.

“Dari 20 sampel makanan yang kami beli dari 14 pedagang, ada satu yang mengandung Rodamin B,” jelas IGA Adhi Aryapatni, di sela sidak tersebut.

Tidak ada tindakan khusus bagi pedagang yang kedapatan menjajakan makanan atau campuran makanan atau minuman dengan kandungan zat berbahaya bagi kesehatan itu, selain sosialisasi atau edukasi.

“Selebihnya, kami minta informasi ke pedagangnya. Dari mana dapat campuran makanan itu,” sambungnya.

Menurut pengakuan pedagang yang kedapatan menjajakan campuran minuman es jenis mutiara pink, dia mendapatkannya dengan cara membeli sudah jadi di pasar.

Bahkan, pedagang itu pun sempat panik dan gemetar saat disambangi petugas BPOM. Apalagi ketahuan campuran es yang dijual ternyata mengandung bahan pewarna tekstil.

“Tadi kami ambil tindakan sosialisasi. Tindak lanjutnya, kami akan telusuri dari mana dia mendapatkannya. Katanya sih beli di pasar. Ini yang akan kami cari,” sebutnya.

Diakuinya, screening menjelang pelaksanaan PKB belum dilakukan sama sekali. Khususnya dengan memberikan sosialisasi atau edukasi kepada para pedagang yang ikut berjualan di stan kuliner.

“Ini akan jadi pelajaran kami. Sebelum PKB, kami perlu mengumpulkan pedagang yang ikut di acara ini untuk diberikan sosialisasi. Mungkin ke depan kami akan melibatkan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait (PKB) untuk melakukan screening awal,” pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia