Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Sistem PPDB Online Error, Disdik Denpasar Undur Pendaftaran

24 Juni 2019, 22: 07: 49 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sistem PPDB Online Error, Disdik Denpasar Undur Pendaftaran

KRODIT: Orang tua siswa dan siswa mendatangi Rumah Pintar di Jalan Kamboja, Denpasar, Senin (24/6). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Orang tua siswa dan siswa mendatangi Rumah Pintar yang berlokasi di Jalan Kamboja, Senin (24/6). Para orang tua siswa terlihat bingung dan protes terhadap sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online yang sempat error.

Drs. I Wayan Gunawan selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Denpasar saat ditemui di Rumah Pintar Denpasar mengakui bahwa sempat ada kendala pada sistem. “Seharusnya untuk zona jarak lingkungan terdekat kita mulai pukul 8.00 hingga 14.00. Begitu sistem dibuka, ternyata sistem masih belum bisa membaca kondisi riil di lapangan. Dalam arti, jarak rumah orang dibaca berbeda-beda sehingga menimbulkan komplain,” jelasnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Menurutnya, ketimbang nanti masyarakat dirugikan dalam arti tidak sesuai, ia memutuskan untuk menunda sementara hingga pukul 13.00. “Mudah-mudahan hari ini (Senin) sudah bisa berjalan. Kami berharap jalannya itu sampai batas waktu yang bisa ditentukan, bisa berjalan dulu,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ada kesalahan masyarakat saat verifikasi data. “Yang harusnya mereka verifikasi data ke zona lingkungan terdekat, ternyata mereka memverifikasi ke zona kawasan. Itu sekarang yang masih kami tangani komplain masyarakat. Sehingga ketika mereka membandingkan dengan tetangganya, kok saya tidak bisa, dia bisa, karena salah satu penyebabnya mereka kurang teliti pada waktu verifikasi data. Bagi yang telanjur, tidak bisa diubah karena itu sistem. Kalau nanti kami berikan perubahan satu, yang lain minta diubah juga. Kami tidak ingin menyebabkan masyarakat tambah kisruh lagi. Kami konsisten dulu dengan apa yang sudah dilaksanakan,” jelasnya.

Ia menyampaikan, bagaimanapun sistem ini tidak bisa memenuhi semua murid. “Hampir 14.000 yang tamat di Denpasar, yang diterima di SMP negeri hanya 3.740 anak. Oleh sebab itu, kami mohon partisipasi dan kerja sama yang baik. Kalau tidak dapat di sekolah negeri, kami sudah siapkan sekolah swasta,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa evaluasi terus dilakukan. “Hanya saja tidak bisa berbuat sesuai dengan keinginan. Karena ini adalah perintah Permendikbud 51 tahun 2018 tentang penerimaan peserta didik baru. Kemudian, juga ada surat edaran Mendagri dan Permendikbud, nilai UN tidak boleh digunakan. Sehingga kita menggunakan zona jarak dan zona kawasan,” tutupnya.

Salah satu orang tua murid, Wina, menyampaikan bahwa penyuluhan masih dirasa sangat kurang. “Yang saya tahu, penyuluhan cuma dilakukan di SD negeri, sementara di sekolah swasta hanya memberikan link PPDB sehingga masih ada yang kurang paham. Menurut saya, sosialisasi harus diperbaiki. Zona wilayahnya terlalu kejam karena orang-orang yang dekat dengan SMP negeri saja yang diterima. Sementara, untuk yang tinggal jauh, memiliki peluang yang kecil. Setahu saya, di luar negeri sudah berhasil. Kalau untuk saat ini, pemetaan wilayah kurang bagus, jadi saya harap ada evaluasi ke depan,” jelasnya.

(bx/aim/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia