Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mengeluh Sakit Dada, Tersangka Korupsi LPD Selat Bangli Tetap Ditahan

25 Juni 2019, 19: 56: 07 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mengeluh Sakit Dada, Tersangka Korupsi LPD Selat Bangli Tetap Ditahan

BURU-BURU: Tersangka Ni Luh N digiring ke Rutan Bangli menggunakan mobil tahanan Kejari Bangli, Selasa sore (25/6). (AGUS EKA PURNA NEGARA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Kasus korupsi penyalahgunaan dana Usaha Ekonomi Produktif (UEP) di Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Selat, Kecamatan Susut, Bangli, kembali menyeruak. Setahun berstatus tersangka, Ketua LPD Selat berinisial Ni Luh N, 41, akhirnya ditahan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangli, Selasa (25/6).

Kemarin sekitar pukul 15.00, Ni Luh N langsung digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Bangli menggunakan mobil tahanan Kejari. Ni Luh N terlihat tegar. Dia sebelumnya diperiksa selama kurang lebih lima jam. Suami tersangka, I Wayan Windu Ardana, juga setia menemani sang istri hingga ke Rutan Bangli.

Sebelum ditahan, tersangka juga sempat menjalani pemeriksaan medis. Itu lantaran wanita asal Banjar Selat Peken, Desa Selat, itu pernah memiliki riwayat sakit di bagian dada. Namun Kejari tetap melakukan penahanan karena berdasarkan hasil pemeriksaan, tim medis menyataka tersangka masih keadaan baik-baik saja. Untuk selanjutnya hanya perlu dilakukan observasi.

Pihak keluarga telah memohon agar dilakukan penahanan rumah. Permohonan itu ditolak Kejari Bangli. Tersangka tetap digiring ke Rutan Bangli. Sang suami pun terlihat tegar dan sesekali mengelus pundak sang istri. "Sabar Bu, ini cobaan hidup," kata Windu sesekali menepuk punggung istrinya.

Ni Luh N adalah satu dari dua tersangka yang sudah diamankan Kejari Bangli dalam pelimpahan tahap II, kemarin sore. Sedangkan tersangka I Made R, selaku Ketua Pengawas LPD Selat, belum ditahan karena masih menunggu fakta-fakta persidangan. Dalam waktu dekat, tersangka Ni Luh N bakal dikirim ke kursi pesakitan Pengadilan Tipikor, Denpasar. 

Pelimpahan tersangka Made R bakal dilakukan secepatnya. Kini tinggal menunggu terkuak fakta baru dari persidangan. Kejari Bangli juga tidak membantah bakal ada kemungkinan muncul nama baru sebagai tersangka. “Kami tidak mungkin mempermainkan status tersangka seseorang. Kami bekerja secara hati-hati,” tegas Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bangli Ngurah Gede Bagus Jatikusuma, kemarin sore.

Kasus dugaan penyalahgunaan dana UEP LPD Selat telah terjadi 2013 lalu. Kejari Bangli baru mengendusnya pada 2017 dan dilakukan penyidikan 2018. Baik Ni Luh N dan I Made R ditetapkan tersangka karena keduanya diduga membuat penerima dana UEP secara fiktif. 

Dana UEP yang sesuai proposal seharusnya diterima 20 orang, justru disalahgunakan. Dana yang telah dikucurkan pemerintah pusat sebesar Rp 300 juta minus administrasi Rp 600 ribu. Dengan adanya kucuran dana UEP, LPD Selat menjadi diuntungkan di tengah kondisinya saat itu yang carut-marut. 

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia