Senin, 09 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Gagal Tender, Pengembangan Bawang Putih di Tabanan Molor

25 Juni 2019, 20: 06: 31 WIB | editor : Nyoman Suarna

Gagal Tender, Pengembangan Bawang Putih di Tabanan Molor

MOLOR: Pengembangan bawang putih di Kabupaten Tabanan terpaksa molor karena gagal tender. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Pengembangan holtikultura bawang putih yang dilakukan Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan terpaksa molor setelah pengadaan bibitnya mengalami gagal tender. Penanaman bibit bawang putih yang semestinya dilakukan Juni 2019 ini, ternyata tak bisa dilaksanakan dan mundur sampai pertengahan bulan Juli 2019. Itu pun jika lelang yang dilakukan tidak gagal lagi.

Kepala Bidang Peningkatan Produksi Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Wayan Suandra mengungkapkan, tahun 2019 ini Kabupaten Tabanan mendapatkan bantuan untuk pengembangan holtikultura bawang putih seluas mencapai 225 hektar dengan dana yang bersumber dari APBN 2019. Pengembangan ini tersebar di tiga kecamatan yakni Kecamatan Pupuan, Penebel dan Baturiti. "Tetapi pengadaan bibit bawang putih yang menggunakan sistem lelang atau tender, tidak bisa terealisasi dan dilakukan lelang ulang," ungkapnya Selasa (25/6).

Ia menyebutkan, gagalnya lelang proyek sebesar Rp 7,6 miliar tersebut, disebabkan adanya persyaratan administrasi dari peserta lelang yang belum lengkap. Padahal, peserta yang mendaftar lelang cuma satu. "Saat ini lelang ulang sudah jalan. Nanti tanggal 4 Juli 2019 akan dilakukan penetapan pemenangnya," imbuhnya.

Jika lelang dilaksanakan, menurutnya, penanaman bibit bawang putih bisa dilakukan bulan Juni 2019 ini. Namun kini terpaksa mundur. "Kalau tidak ada halangan, pertengah Juli sudah mulai tanam," lanjut Suandra.

Ia memprediksi minimnya peserta yang mengikuti lelang karena kebanyakan petani menghasilkan bibit bawang putih hanya untuk pemenuhan sendiri. Padahal, awalnya untuk bisa mengatasi kesulitan bibit, pihaknya berencana menjadikan hasil panen program holtikultura bawang putih tahun 2018 lalu sebagai bibit. Hanya saja, hasil panen tidak begitu bagus karena faktor cuaca yang tidak mendukung. "Tahun 2018 curah hujan cukup tinggi, sehingga panen dilakukan lebih awal agar  tidak rugi," tandasnya.

(bx/ras/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia