Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Klarifikasi Sistem PPDB Error, Disdikpora Sebut Siapa Cepat Dia Dapat

25 Juni 2019, 22: 05: 50 WIB | editor : Nyoman Suarna

Klarifikasi Sistem PPDB Error, Disdikpora Sebut Siapa Cepat Dia Dapat

KLARIFIKASI: Disdikpora Kota Denpasar, Manager Government Interprice Service Wilayah Telkom Denpasar bersama Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar mengadakan jumpa pers, Selasa (25/6). (ARI KESUMA FOR BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar melakukan klarifikasi bersama Manager Government Interprice Service Wilayah Telkom Denpasar, terkait proses sistem PPDB Kota Denpasar yang sempat error, Senin (24/6) melalui jumpa pers, Selasa (25/6) pagi. Acara tersebut juga dihadiri Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Denpasar, Dewa Gede Rai.

Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, Agung Wijaya menyampaikan kepada awak media bahwa proses pendaftaran PPDB Kota Denpasar hingga Selasa (25/6) sudah berjalan normal.

 “Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Kota Denpasar yang merasa terganggu dan merasa dirugikan pada pendaftaran PPDB, yaitu pada zona jarak. Senin (24/6) sempat ada gangguan sedikit. Kami sampai dua kali menundanya karena sistem. Kami sampaikan, untuk pendaftaran siswa baru pada hari ini (Selasa/25/6) berjalan lancar,” jelas Agung Wijaya di Press Room Kantor Walikota Denpasar.

Ia kembali menjelaskan bahwa Rabu (26/6) dan Kamis (27/6) adalah pendaftaran untuk jalur penghargaan dan prestasi. “Sementara itu, Kamis (27/6) dan Jumat (28/5) pendaftaran untuk zona kawasan. Kami informasikan bahwa zona kawasan menggunakan sistem siapa cepat dia dapat. Ini sistem yang menentukan, bukan dari kami. Kami tidak ada campur tangan di sana,” jelasnya.

Wijaya mengklarifikasi bahwa sebelumnya banyak yang salah paham, banyak masyarakat yang mengira pendaftaran Senin (24/6) bersifat cepat-cepatan. “Dikira cepat-cepatan. Sebenarnya tidak, itu pendaftaran biasa. Sampai pada hari ini (Selasa/25/6) pukul 14.00 Wita,” jelasnya.

Wijaya berharap kepada pihak Telkom agar pendaftaran PPDB, pada Kamis (27/6) tidak terjadi gangguan, terlebih sistem yang digunakan adalah siapa cepat dia dapat.

“Supaya tidak timbul kecurigaan bahwa Disdikpora Kota Denpasar yang mengatur, padahal kami sudah fair. Kemarin, masyarakat ada yang mengatakan bahwa kami mengatur. Padahal kemarin sistemnya yang error,” jelasnya.

Mengenai masalah error-nya titik koordinat yang sempat membuat pendaftar PPDB Kota Denpasar kacau, pihak Telkom yang diwakili oleh Setiaji menyampaikan bahwa Senin (24/6) ada kekurangtepatan terkait koordinat dari beberapa sekolah di antara 13 SMP negeri di Kota Denpasar.

 “Jadi, kami berterima kasih kepada Disdikpora yang sudah dengan cepat menangkap dan segera melaporkan ada beberapa titik sekolah yang secara koordinat kurang tepat,” jelasnya.

Setiaji menyampaikan, bahwa Telkom siap dan berkomitmen mendukung PPDB. “Untuk sistem ini, tentunya dasar hukumnya jelas, Perwali. Dari sisi kami, tidak mungkin jika tidak merujuk pada regulasi pemerintah,” jelasnya.

Mengenai keamanan server, Setiaji menyampaikan, kapasitasnya sudah lebih dari cukup. “Kami sudah menyediakan aplikasi ini sedemikian rupa. Aplikasi ini  bisa menangani 4 juta akses per detik. Untuk keamanan, server kami sudah menggunakan akses htpps. Mengenai sertifikasi internasional, kami sudah disertifikasi internasional untuk security management system information,” jelasnya.

Kesalahan yang terjadi pada Senin (24/6), disebabkan kekurangtepatan koordinat di beberapa sekolah dari 13 sekolah. “Untuk koordinat sekolah, referensi utamanya mengacu pada data pokok pendidikan. Kalau kekurangtepatan itu bergeser beberapa puluh atau ratus meter, jadi itu memang di luar kapasitas Telkom saat itu,” jelasnya.

Sampai saat ini, Telkom telah menyelenggarakan PPDB di lebih dari 70 Pemda kabupaten/kota atau provinsi di tingkat SMK. “Kami sudah 5 tahun berkecimpung dalam PPDB. Memang setiap daerah mempunyai local wisdom-nya masing-masing, termasuk juga regulasi yang turunannya dari Permendikbud ke Perwali. Jadi memang menyesuaikan dari regulasi terkait. Kalau terkait data koordinat, itu murni teknis. Radius jarak udara yang digunakan, bukan seperti google map yang mengikuti jalan,” jelasnya.

(bx/aim/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia