Kamis, 18 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Operasi Gabungan, Pol PP Amankan Belasan Duktang Tanpa KTP

25 Juni 2019, 23: 05: 52 WIB | editor : Nyoman Suarna

Operasi Gabungan, Pol PP Amankan Belasan Duktang Tanpa KTP

GABUNGAN : Satpol PP Jembrana bersama Polres, TNI, Samsat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Perhubungan dan Kejaksaan, melakukan operasi gabungan di Jalan Surapati. Tepatnya di depan kantor Bupati Jembrana, Selasa pagi (25/6). (FT. GDE RIANTORY/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, NEGARA - Belasan penduduk pendatang (duktang) yang masuk ke Bali tanpa dilengkapi identitas diri terjaring aparat. Mereka diamankan saat berlangsung operasi gabungan yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jembrana bersama Polres Jembrana, TNI, Samsat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Perhubungan Pemkab Jembrana dan Kejaksaan.

Penjaringan dilakukan di Jalan Surapati, atau tepatnya di depan kantor Bupati Jembrana, Selasa pagi (25/6).  Dalam operasi tersebut, semua kendaraan yang melintas di Jalan Sudirman menuju Denpasar diarahkan masuk ke Jalan Surapati melewati depan kantor Bupati Jembrana untuk dilakukan pemeriksaan surat-surat kendaraan bermotor, barang bawaan yang ada dalam kendaraan roda empat maupun roda dua. Serta identias KTP pengendara maupun penumpangnya.

Ditemui usai kegiatan, Kasat Pol PP Pemkab Jembrana, IGN Rai Budhi menjelaskan, selain mengantisipasi serbuan pendatang ke Bali pasca arus balik Lebaran, operasi gabungan ini juga dilakukan untuk mengantisipasi masuknya pelaku kejahatan dan bahan berbahaya, seperti narkoba dan bahan peledak ke Bali yang dapat mengacaukan situasi keamanan di Bali.

 “Mereka yang melanggar KTP langsung disidang Tipiring untuk memberikan efek jera,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 14 pelanggaran KTP . Terdiri dari 11 orang tanpa KTP dan 3 orang ber KTP mati, 12 pelanggaran lalulintas dan 2 pelanggaran ijin trayek. Serta 2 pelanggaran kir. Mereka yang melanggar KTP itu sebagian besar penumpang bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) yang lolos dari pemeriksaan KTP di Gilimanuk karena diduga tidak turun dari bus.

Dikatakan, selain menjaring duktang tanpa identias dengan operasi gabungan, dalam waktu dekat juga akan dilakukan operasi yustisi ke tempat-tempat penampungan duktang, seperti kos-kosan atau rumah kontrakan.

(bx/tor/man/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia