Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Kasus Persetubuhan Bocah 12 Tahun Naik Status ke Penyidikan

26 Juni 2019, 19: 54: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Kasus Persetubuhan  Bocah 12 Tahun Naik Status ke Penyidikan

Ilustrasi (jawapos.com)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kasus dugaan persetebuhan di bawah umur yang dialami korban berinisial PA asal Kecamatan Buleleng, Buleleng, terus bergulir. Bahkan sudah ditingkatkan ke penyidikan. Setelah menggali keterangan dari para saksi, polisi mulai mengarah ke penetapan tersangka.

Kasubag Humas Polres Buleleng, Iptu Sumarjaya tak menampik peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan. Sumarjaya menyebut hingga kini sudah ada tiga orang yang diperiksa. Yakni saksi korban (PA) dan juga dua orang saksi fakta lainnya.

Pun dengan proses visum yang telah selesai dilakukan oleh pihak RSUD Buleleng. Hanya saja terkait hasilnya hingga kini belum diketahui. Sebab  belum diambil oleh pihak penyidik. "Informasi di rumah sakit hasil visumnya sudah keluar, sudah ditandatangani oleh dokter. Namun  belum diambil oleh penyidik," katanya.

Penyidik, sebut Iptu Sumarjaya dalam waktu dekat akan melalukan gelar perkara. Dari sanalah nanti ditentukan apakah terduga pelaku terbukti melalukan tindakan persetubuhan atau tidak. "Saat ini status FSB itu masih terlapor. Penyidikan ini untuk mencari tersangkanya. Nanti dari hasil gelar perkara itu baru lah diketahui ini oh dia pelakunya," terangnya.

Diberitakan sebelumnya kasus persetubuhan di bawah umur kembali terjadi di Buleleng. Polres Buleleng kembali menerima laporan dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang dialami seorang pelajar berinisial PA, 12.

Informasi yang dihimpun menyebutkan korban PA merupakan warga Kecamatan Buleleng. Korban diduga disetubuhi oleh pria berinisal FSB, 18, warga Kelurahan Kaliuntu, Kecamatan Buleleng.

Dugaan pencabulan ini terjadi pada Jumat (24/5) lalu. Hanya saja oleh orang tua korban baru dilaporkan ke Mapolres Buleleng, pada Rabu (19/6) lalu, dengan nomor laporan LP/80/VI/2019/BALI/RES BLL.

Dari penjelasan ayah korban, yang mewanti-wanti namanya tak dikorankan jika kecurigaan sang anak menjadi korban persetubuhan muncul pada Selasa (18/6) sore. Dimana, dirinya bersama sang istri mencoba untuk mengecek ponsel milik sang anak.

Alangkah terkejutnya, saat ia membuka ponsel putrinya. Ia menemukan sejumlah pesan singkat yang dikirim oleh pelaku FSB. Dalam pesan itu berisi ajakan agar korban mendatangi rumah pelaku.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia