Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali Under The Moon

Dialog Dini Hari Beri Kejutan dengan ‘Parahidup’

28 Juni 2019, 09: 18: 39 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dialog Dini Hari Beri Kejutan dengan ‘Parahidup’

HADIR: Lama tidak meluncurkan karya baru, akhirnya para penggemar Dialog Dini Hari akan dapat menikmati karya terbarunya. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Lama tidak terdengar dan ‘mengurung diri’, Dialog Dini Hari akhirnya mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang perjalanan musikal mereka. Lewat serangkaian proses yang tidak terasa telah berjalan selama kurang lebih empat tahun, akhirnya Dialog Dini Hari merampungkan album ketiga berjudul ‘Parahidup’. Album dari trio folk yang di perkuat oleh Pohon Tua, Brozio Orah, dan Putu Deny Surya, dikabarkan akan merilis pada 17 Juli 2019 memdatang.


Dan sesuatu yang telah dinanti-nantikan oleh publik ini pun akhirnya terkuak dengan ditandai oleh single bertajuk ‘Pralaya’, salah satu single yang akan mewarnai album terbaru mereka ini pun hadir sebagai pembuka awal perkenalannya.

“Pralaya bercerita tentang hari ini, tentang sesuatu yang sudah pernah terjadi ribuan tahun yang lalu. Bahwa manusia memerangi, menghakimi manusia lain. Pada saat semuanya sirna nanti, kita mungkin menyadari bahwa kekuatan lain yang menghancurkan peperangan sesama manusia,” jelas Pohon Tua, penulis lirik utama Dialog Dini Hari, beberapa waktu lalu.


Menurutnya, sejarah yang berulang ini adalah sesuatu yang coba mereka rekam lewat Pralaya. “Berbagai macam nafsu manusia akan tunduk pada satu kekuatan besar alam jagat raya ini. Dengan memahami kedudukan manusia secara politik dan sosial individu itu sendiri, ternyata bisa mengubah watak manusianya juga,” lanjut pria berambut gimbal bernama lengkap Dadang Pranoto.

Selain Pralaya, secara keseluruhan album ‘Parahidup’ dari Dialog Dini Hari ini juga mengandung banyak cerita dan sarat akan makna. Karena pasalnya, album ini merupakan pencapaian baru dari segi artistik untuk masing-masing personil Dialog Dini Hari. “Dialog Dini Hari menawarkan sebuah ajakan untuk mendengarkan batas-batas bermusik yang kami jelajahi secara individu. Di Parahidup, kami mendobrak sekat-sekat mental ‘Harus begini, harus begitu’ ketika berkarya. Kami sudah tidak peduli lagi, biar saja lepas. Bila perlu hingga tak terkendali,” terang gitar melodi dari band Navicula tersebut.


Untuk diketahui, Dialog Dini Hari bekerja sama dengan seniman asal Jakarta, Ruth Marbun, yang menggarap seluruh artwork visual album terbaru Dialog Dini Hari. Dan untuk single ‘Pralaya’ sendiri sudah bisa didengarkan di sejumlah kanal musik digital mulai 26 Juni 2019. Sementara itu, video musik yang digarap oleh Esa Bani dan Kuncir Satya Viku mulai bisa dinikmati di Youtube pada 1 Juli 2019.


Album Parahidup akan dirilis secara digital pada 17 Juli 2019 dan versi fisiknya mulai bisa akan diumumkan kemudian saat album tersebut resmi dirilis. “Dengan bantuan Biola dan Irish Whistle oleh Celtic Room memberi warna tersendiri dalam album mereka. Sebagai penulis lirik masih fi garap oleh Dadang Pranoto. Proses rekaman dilakukan di Antida Studio dan Straw Sound Studio, Denpasar oleh Putu Deny Surya kecuali vokal di Amplify Studio, Nitra Slovakia oleh Ondrej Vydaren. Kemudian untuk bagian mixing dari Lengkung Langit Studio, Denpasar dan Mastering di Posko Studio, Ubud oleh Putu Deny Surya.

(bx/vir/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia