Minggu, 26 Jan 2020
baliexpress
icon featured
Balinese

Setahun Sekali, Ibu PKK di Batuan Mapeed Aturan

30 Juni 2019, 17: 43: 26 WIB | editor : I Putu Suyatra

Setahun Sekali, Ibu PKK di Batuan Mapeed Aturan

MEPEED: Ratusan ibu PKK Banjar Dentiyis dan Banjar Lodtunon, Desa Batuan Kecamatan Sukawati, mengikuti tradisi mapeed, Minggu (30/6). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Budaya mapeed di Pura Desa Pakraman Batuan, Kecamatan Sukawati dilakukan serangkaian piodalan di sana. Seperti ratusan ibu PKK Banjar Dentiyis dan Banjar Lodtunon Desa Batuan berjalan beriringan menuju pura, Minggu (30/6). Budaya mapeed itu digelar rutin setahun sekali saat piodalan nadi di pura tersebut. 

Ketua PKK Banjar Dentiyis, Sri Maharyeni mengungkapkan Peed Aturan itu rutin dilaksanakan oleh PKK dan diiringi gambelan balaganjur. Selain untuk menjaga budaya, adat dan tradisi Peed juga dikatakan untuk memupuk rasa kebersamaan di banjar hingga masyarakat setempat.

"Memang setiap piodalan krama pasti maturan ke pura. Sehingga mepeed ini saya rasa untuk menjaga kebersamaan antar krama. Makanya sama-sama berjalan beriringan jalan kaki menuju pura, sampai di pura juga dilakukan sembahyang bersama," ungkap dia kepada Bali Express (Jawa Pos Group). 

Sedangkan iringan balaganjur dilakukan oleh seka teruna masing-masing banjar. Khusus untuk di Pura Desa Pakraman Batuan mereka mapeed hanya setahun sekali. Yakni pada piodalan nadi, karena setiap tahun dilangsungkan dua kali piodalan di sana. Enam bulan sepen dan enam bulannya lagi piodalan nadi. 

Terdapat juga beberapa hal yang ditegaskan pada ibu-ibu PKK ketika mengikuti peed aturan. Yakni pertama diwajibkan berhias memakai sanggul Bali, dianjurkan menggunakan buah lokal dan menghindari penggunaan bahan plastik. 

Piodalan di pura yang ramai dikunjungi wisatawan ini jatuh setiap Saniscara Kliwon Wariga,  atau yang dikenal dengan Tumpek Uduh. Piodalan nadi berlangsung selama empat hari, dan setiap sore selama piodalan ibu PKK dari banjar pengempon mapeed aturan secara bergilir. 

Maharyeni menambahkan, rute yang ditempuh mulai dari balai banjar masing-masing. Setelah itu menuju Pura Desa Pakraman Batuan sekitar pukul 16.30. selama mapeed berlangsung, iringan peed aturan itu juga menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke sana.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia