Sabtu, 07 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Banteng Sepuh Kumpul, Dukung Sanjaya Jadi Bupati Tabanan?

30 Juni 2019, 19: 32: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Banteng Sepuh Kumpul, Dukung Sanjaya Jadi Bupati Tabanan?

REUNI : Sejumlah 'banteng' sepuh Tabanan menghadiri syukuran di DPC PDIP Tabanam, Minggu (30/6). (DEWA RASTANA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN  - Sejumlah 'banteng' sepuh Tabanan berkumpul di DPC PDI Perjuangan Tabanan, Minggu (30/6). Mereka diundang dalam acara syukuran yang digelar DPC PDI Perjuangan Tabanan atas kemenangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di MK. Kehadiran para politisi senior PDI Perjuangan tersebut pun memperkuat prediksi bahwa mereka mendukung Sanjaya untuk menjadi Calon Bupati Tabanan pada Pilkada 2020 mendatang.

Dari pantauan di lapangan, suasana di halaman Sekretariat DPC PDIP Tabanan sejak pukul 11.00 Wita nampak ramai dihadiri oleh pengurus DPC PDI Perjuangan Tabanan, para kader, dan tentunya para 'banteng' sepuh PDI Perjuangan Tabanan. Acara dipimpin langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan I Komang Gede Sanjaya dan diisi dengan pemotongan tumpeng.

Disela-sela acara, Sanjaya mengungkapkan bahwa acara tersebut merupakan syukuran sederhana atas menangkan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin di MK sehingga kandidat dari PDI Perjuangan itu akan memimpin Indonesia lima tahun kedepan. Disamping itu momen itu juga dijadikan ajang silahturahmi kader PDI Perjuangan dengan para 'banteng' sepuh. "Ikut juga undang toko-tokoh senior yang sudah bergabung dengan PDI Perjuangan Tabanan sejak tahun 1977," ujarnya.

Namun ia membantah jika diundangnya para politisi senior PDI Perjuangan itu adalah untuk menghimpun dukungan dalam Pilkada Tabanan 2020 mendatang. Karena menurutnya Pilkada masih jauh dan acara syukuran serta silahturahmi itu digelar untuk rekonsiliasi dan menyambung kembali ikatan kekerabatan, persaudaraaan serta kekeluargaan antar kader dengan para senior. 

"Kita semua ada disini bukan urusan dukung mendukung, para senior ini orang yang sudah pakar jadi tidak usah diajari politik, justru saya mau belajar politik dari mereka," tegasnya.

Menurutnya soal dukungan merupakan hal yang sangat pribadi karena para senior sudah bisa menilai mana yang layak dan tidak layak dalam memimpin. "Sekarang saya mengundang para senior kesini tapi kalau kedepannya mereka tidak suka sama saya itu kan tidak masalah. Karena tujuannya rekonsiliasi, setelah selama lima tahun saya menjadi Ketua DPC ada bahasa kurang koordinasi atau komunikasi dengan tokoh-tokoh tua, jadi saya ingin menyambung itu," imbuh Sanjaya.

Ia juga ingin para kader bisa belajar banyak soal politik dari pada senior, dimana pada kesempatan itu para 'banteng' sepuh juga menyampaikan pesan dan saran untuk PDI Perjuangan Tabanan kedepannya. "Misalnya tadi ada pesan agar PDI Perjuangan Tabanan bisa bersama membangun Tabanan dengan kejujuran, nah yang dimaksud kejujuran di sana saya juga tidak tahu," imbujnya sembari tertawa.

Hanya saja saat disinggung mengenai adanya isu perpecahan PDI Perjuangan Tabanan, Sanjaya dengan tegas membantah hal tersebut. Menurutnya sejak jaman Eka Wiryastuti disandingkan dengan dirinya (Eka-Jaya) memang sudah ada dinamika, hanya saja ia selaku pimpinan partai selalu membangun komunikasi dan koordinasi sehingga tidak ada perpecahan.

"Yang bilang tidak bersatu kan hanya perasaan-perasaan kita saja, buktinya Eka-Jaya periode 1, Eka-Jaya periode 2, kemudian Pak Koster sampai Pak Jokowi, PDIP menang terus. Bahkan tahun ini jaman keemasan PDIP di Tabanan maka dari itu harus solid, memang setiap era ada jamannya setiap jaman ada eranya," paparnya.

Adanya perbedaan pendapat juga merupakan suatu hal yang biasa. Sehingga dal rekomendasi calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan 2020 nanti, Sanjaya yakin tidak akan ada yang berkhianat karena pada dasarnya semya kader mencintai PDIP dan tidak akan menodai nama dan citra partai. "Karena dasarnya semua orang-orang militan, siapapun rekomendadi nanti tidak mungkin akan berkhianat, dan tidak akan menodai," lanjutnya.

Termasuk mengenai adanya usulan nama untuk menjadi calon Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan dalam rapat hari Jumat (28/6) lalu. Menurut Sanjaya perbedaan pendapat itu subjektif dari pribadi masing-masing, meskipun hal itu hanya terjadi di Tabanan saja. Sebab di Kabupaten lain memang sudah memahami hasil dari rakernas yang artinya tidak perlu lagi ada usulan nama lain. "Seandainya pun saya tidak didukung oleh PAC, justru saya tetap menjadi Ketua DPC karena sudah menjadi reward, itu sudah indikator keberhasilan saya jadi Ketua," tandasnya sembari mengatakan bahwa menurutnya Eka Wiryastuti pun akan legowo apabila tidak terpilih menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan.

Sementara itu, salah satu 'banteng' sepuh Tabanan, Nyoman Nada Umbara mengatakan bahwa pihaknya belum memikirkan soal dukungan, karena siapapun nanti yang mendapatkam rekomendasi maka akan didukung oleh pihaknya. "Saya hanya mengharapkan kebersamaan untuk membesarkan partai kedepan dan nanti siapa pun yang mendapatkan rekomendasi itu yang kita akan dukung," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir 15 orang politisi senior PDI Perjuangan Tabanan, diantaranya Nyoman Nada Umbara, Made Arimbawa, Gede Suamba, hingga Made Sudana.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia