Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Indahnya Memandang Lanskap dari Bukit Kursi

01 Juli 2019, 20: 32: 16 WIB | editor : I Putu Suyatra

Indahnya Memandang Lanskap dari Bukit Kursi

BUKIT : Tempat selfie Batu Kursi Pemuteran, Buleleng, mulai banyak diburu kaula muda untuk mengabadikan momen indahnya di atas bukit. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Jika ingin memandang indahnya hamparan Pantai Buleleng Barat dari ketinggian, maka kawasan  Pura Bukit Batu Kursi adalah jawabannya. Pemandangan birunya perairan Bali Barat disertai lekukan barisan perbukitan Batu Kursi, menjadikan objek spiritual ini tak hanya dikenal sebagai wisata religi, namun juga kian paripurna untuk wisata selfie.

Wisata selfie atau swafoto ini berada di ketinggian 800 meter dari permukaan laut. Tak pelak membuat puncak Batu Kursi menjadi tempat yang sangat layak direkomendasikan untuk dikunjungi. Menawarkan keindahan alam yang luar biasa, Batu Kursi kini dikembangkan menjadi wisata selfie di kawasan Buleleng Barat.

Indahnya Memandang Lanskap dari Bukit Kursi

BUKIT : Tempat selfie Batu Kursi Pemuteran, Buleleng, mulai banyak diburu kaula muda untuk mengabadikan momen indahnya di atas bukit. (istimewa)

Kelian Desa Pakraman Pemuteran, Jro Mangku Ketut Wirdika mengatakan, pengembangan kawasan Batu Kursi menjadi tempat wisata selfie dilakukan sejak tiga tahun terakhir. Pihaknya pun menangkap peluang kunjungan wisata, selain juga kunjungan krama untuk bersembahyang di Pura  Batu Kursi.

Lokasi tempat selfie di Batu Kursi tidak berada jauh dari Pura Batu  Kursi yang ada di puncak bukit. Bahkan, wisatawan yang berkunjung akan menemukan tempat wisata selfie terlebih dulu tinimbang Pura Batu Kursi yang terletak di puncak bukit. Jaraknya hanya sekitra 200 meter sebelum Pura Batu Kursi dengan percabangan jalan setapak menuju sisi bukit sebelah Utara.
Wisatawan akan dibuat takjub melihat keindahan alam dari ketinggian. Nampak jelas samudra lepas dan perbukitan sisi kanan dan kiri. Tempat ini pun dipilih karena memiliki spot foto yang sangat bagus. Pemandangan semakin sempurna jika waktu kunjungan tepat saat sunrise (matahari terbit)  atau sunset ( matahari tenggelam).


Di ujung bukit disediakan dua media selfie oleh aparat desa setempat. Satu berupa ayunan dan satu lagi berupa tiang penyangga yang berbentuk setengah persegi. Biasanya para pengunjung memanfaatkan dua tempat itu untuk berfoto mengabadikan momen mereka. “Selain wisata religi sembahyang, ternyata tempat ini juga terkenal karena banyak yang upload foto bagus dari sini, sehingga kami jadikan objek destinasi wisata, selain juga terumbu karang yang sudah ada selama ini di Pemuteran,” ungkap
Jro Mangku Ketut Wirdika.


Spot selfie ini pun kian dikenal di kalangan anak muda. Wisatawan yang akan naik ke Batu Kursi tidak dikenakan biaya sama sekali, cukup melapor di pos penjagaan. Untuk menjangkau tempat selfie, pengunjung harus menempuh waktu 30 menit menaiki tangga. Kunjungan pun membludak pada hari-hari libur.


Desa Pakraman yang mengelola tempat ini, perlahan  melakukan penyempurnaan, baik dari sistem pengelolaan dan juga pelayanan.  Seperti pendampingan oleh pemandu, karena selama ini wisatawan masih mendaki secara mandiri.


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Ir Nyoman Sutrisna MM menerangkan, sejauh ini di Buleleng ada 16 tempat selfie yang sudah dibina Dinas Pariwisata Buleleng. Belasan tempat selfie itu rata-rata menjual pemandangan alam melalui ketinggian. Delapan diantaranya berlokasi di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, dua di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Pantai Lovina, Desa Kalibukbuk, Kecamatan Buleleng, Desa Lemukih, Sekumpul, Sudaji di Kecamatan Sawan, Desa Bila di Kecamatan Kubutambahan, dan satu di Desa Madenan di Kecamatan Tejakula.


Dikatakan Sutrisna, pengembangan wisata selfie  cukup pesat di Buleleng. "Dinas Pariwisata Buleleng memberikan kewenangan penuh kepada desa atau  kelompok masyarakat yang ingin membuka spot selfie. Dengan catatan tetap memenuhi persyaratan keamanan keamanan pengunjung," papar Sutrisna kepada Bali Express ( Jawa Pos Group) akhir pekan kemarin. Pihaknya juga mengaku sudah melakukan monitoring berkala sebulan sekali, untuk mengecek kelayakan bangunan fisik tempat selfie yang ada.


“Buleleng memang sangat menjual di wisata selfie. Tidak hanya untuk wisatawan asing, tetapi banyak menyasar wisatawan domestik. Terus kami perhatikan dan imbau kepada pengelola untuk mengutamakan keamanan,” ungkapnya.


Sutrisna merinci pengecekan setiap bulan langsung ke lapangan, juga melihat bahan yang digunakan. Jika ada kayu dan tali yag sudah  terkena air hujan akan direkomendasikan untuk cepat diganti. Termasuk juga pengecekan saluran pembuangan air dan faktor kelestarian lingkungan.


Tempat wisata selfie yang sedang naik daun saat ini, juga membuat sejumlah masyarakat tergiur mengubah lahan yang dimiliki menjadi tempat rekreasi selfie. Hal tersebut pun tidak ditampik oleh Sutrisna. Ia pun mengaku memberikan kebebasan seluasnya kepada masyarakat yang memiliki lahan dengan view yang menjanjikan dan tidak membahayakan. “Di luar kawasan BKSD, kami persilakan masyarakat membuatnya, asal memenuhi standar kemanan, termasuk aksesbilitas menuju objek dan jaraknya dari hotel terdekat,” imbuh dia.
Hanya saja, jika ada masyarakat yang ingin membuka tempat wisata selfie diharapkan berkoodinasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menaungi Kelompok Sadar Wisata (Darwis) untuk memperkuat payung hukumnya. Pengelolaan tempat wisata selfie juga digariskan Dispar untuk berkembang sejalan dengan BUMDes, sehingga jika dalam perjalanan ada penyimpangan dapat diselesaikan dengan alur  koordinasi yang tepat.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia