Kamis, 21 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Banyak Pegawai Mandek di Staf, Koster Sebut Ada Ketidakberesan

01 Juli 2019, 22: 56: 57 WIB | editor : I Putu Suyatra

Banyak Pegawai Mandek di Staf, Koster Sebut Ada Ketidakberesan

Gubernur Bali, Wayan Koster (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali mengungkit soal perbaikan manajamen kepegawaian di lingkungan Pemprov Bali yang dia pimpin. Sejauh ini, dia menengarai adanya ketidakberesan dalam manajemennya.

Ketidakberesan itu salah satunya dicontohkan dengan banyaknya pegawai dengan masa tugas lama, tapi karirnya mandek di posisi staf. Lantaran tidak kunjung mendapatkan promosi. Padahal tidak sedikit di antaranya sudah berpangkat tinggi. Latar belakang pendidikannya pun baik.

Soal ketidakberesan itu diungkapkan Gubernur Koster saat memimpin apel disiplin di halaman Kantor Gubernur Bali, Senin (1/7). Karena itu juga, penataan birokrasi masih tetap menjadi program yang akan dikedepankan di internal Pemprov Bali. "Saya bersama Pak Wagub, Sekda, Kepala BKD dan inspektur akan merapikan ini dengan sebuah upaya yang lebih drastis," tegas Koster.

Dengan “rapi-rapi” birokrasi yang disebutkannya itu, Koster berharap ke depannya postur birokrasi Pemprov Bali lebih ideal. Terutama dalam mengawal pelaksanaan visi kepemimpinannya. "Manajemen kepegawaian harus dikelola dengan lebih baik. Penempatan pegawai hendaknya disesuaikan dengan pendidikan dan keahlian," katanya menambahkan. 

Pola tersebut, kata dia, sudah diterapkan dalam pengisian 91 jabatan administrator (Eselon III) dan 187 jabatan pengawas (Eselon IV) yang telah dilantik pada 27 Juni 2019 lalu. Bahkan dia mengklaim, data kepegawaian yang disodorkan Badan Kepegawaian Daerah sudah dipelajari dengan detil. Dari data-data itulah, dia mengaku mendapatkan realita tidak sedikit pegawai dengan masa kerja panjang, berpangkat tinggi, tapi sudah lama di posisi. Atau eselonnya lebih bawah. 

Di sela pengarahannya itu, Koster juga sempat memanggil beberapa nama pegawai yang baru memperoleh promosi. Seperti kepala bagian, kepala bidang, atau kepala seksi. Mereka yang dipanggil itu langsung diajak ke podium untuk menyampaikan testimoni dengan promosi jabatan yang baru diterima itu.

Selain itu, Koster juga mengingatkan mereka, termasuk pejabat lainnya yang baru mendapatkan promosi, untuk segera menyesuaikan diri. Sehingga mampu bekerja dengan baik karena laporan kinerja mereka akan dinilai. “Bangun kerja sama untuk tingkatkan kualitas layanan. Produktivitasnya akan diukur dengan output,” pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia