Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Dua Warga Negara Nepal Terjerat Kasus Narkotika, Telan Sabu 63 Kapsul

02 Juli 2019, 20: 55: 48 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dua Warga Negara Nepal Terjerat Kasus Narkotika, Telan Sabu 63 Kapsul

PENYELUNDUP: (Ki-ka) Ngirman Gurung dan Jay Kumar Tamang, dua warga Nepal yang menyelundupkan narkoba ke Bali. (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Bea Cukai Ngurah Rai bersama Sat Resnarkoba Polresta Denpasar mengamankan dua orang pria warga negara Nepal Ngirman Gurung, 34 pada Sabtu (25/5) pukul 01.15 di Terminal Kedatangan Internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai. Sedangkan rekannya Jay Kumar Tamang, 28 ditangkap pada Minggu (26/5) di salah satu mall di Jalan Bypass Ngurah Rai, Kuta.

“Keduanya diamankan terkait dengan upaya penyelundupan narkotika. Tersangka Ngirman lebih dulu diamankan oleh petugas. Setelah dilakukan pengembangan oleh tim gabungan Unit 2 Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Bea Cukai Ngurah Rai berhasil mengamankan seorang tersangka lagi,” ujar Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai Himawan Indarjono pada Selasa (2/7).

Menurut Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Sutikno, Ngirman datang ke Bali dengan menumpang pesawat Air Asia FD 398 rute Bangkok-Denpasar. Setelah melewati pemeriksaan X-Ray, petugas Bea Cukai mencurigai tersangka membawa narkotika dengan cara ditelan.

Kemudian petugas melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap barang bawaan milik yang bersangkutan, pemeriksaan badan dan rontgen di rumah sakit. Berdasarkan hasil rontgen, terdapat indikasi adanya benda mencurigakan di dalam saluran pencernaan tersangka. Setelah dilakukan upaya pengeluaran, kedapatan bahwa benda mencurigakan adalah sediaan narkotika Methamphetamine alias sabu yang dikemas dalam 63 bungkusan plastik.

“Jenis Methamphetamine dengan berat total 506,53 gram netto disembunyikan dengan metode swallow (telan),” terang Sutikno.

Setelah dilakukan pengembangan oleh pihak kepolisian, tim gabungan Unit 2 Sat Resnarkoba Polresta Denpasar bersama Bea Cukai Ngurah Rai menangkap Jay esok harinya. Penangkapan tersebut berdasarkan keterangan Ngirman bahwa tersangka diminta bertemu dengan Jay oleh seseorang jaringan keduanya di sebuah pusat perbelanjaan. Hingga akhirnya Jay diamankan dengan barang bukti satu buah plastic kemasan roti berisi sabu seberat 216,89 gram.

“Mereka saling kenal, mereka berkomunikasi melalui WhatsApp dan janjian. Tersangka Jay itu menujukkan foto kaki dan tas. Jadi kami kebingungan, hingga berhasil kami amankan saat tersangka sedang duduk. Sindikat Nepat,” ucap Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan.

Total barang bukti sabu yang diamankan dari kedua tersangka seberat 723,42 gram netto. Jumlah ini diperkirakan memiliki nilai konsumsi sebanyak 3.618 orang dan nilai edar mencapai Rp 1 miliar. Dari pengakuan keduanya, mereka diupah masing-masing sebesar Rp 200 USD. Tersangka Jay sendiri mengaku sudah dua kali ke Bali, namun baru kali ini membawa narkoba.

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 102 huruf (e) juncto Pasal 103 huruf (c) Undang-Undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 tentang Kepabeanan juncto Pasal 113 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan tuntutan hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 10 miliar ditambah sepertiga.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia