Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Dr Somvir Ajak yang Tidak Puas Bertemu Langsung dan Belajar Yoga

05 Juli 2019, 12: 19: 05 WIB | editor : I Putu Suyatra

Dr Somvir Ajak yang Tidak Puas Bertemu Langsung dan Belajar Yoga

KLARIFIKASI: Caleg terpilih Nasdem dari Dapil V (Buleleng) sekaligus Guru Yoga, Dr. Somvir, saat dimintai klarifikasi Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali, Ketut Rudia, Kamis (4/7). (ISTIMEWA)

Share this      

 

BALI EXPRESS, DENPASAR - Proses penyelidikan dugaan Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) palsu dengan terlapor caleg Nasdem terpilih dari daerah pemilihan (dapil) Bali V-Buleleng, Dr. Somvir, terus bergulir. Dalam kelanjutannya di Bawaslu Bali kemarin (4/7), proses penyelidikan bahkan sudah sampai pada proses klarifikasi langsung kepada Dr. Somvir.

Usai diminta klarifikasinya, Dr. Somvir menegaskan, dirinya menyerahkan LPPDK sesuai dengan fakta. Sehingga dia membantah laporan yang menyebutkan dirinya telah memanipulasi LPPDK. Sebagaimana dilaporkan Gede Suardana ke Bawaslu Bali. “Apa yang dilaporkan semua tidak benar. Memang di lapangan seperti itu (nol rupiah),” tegas Dr. Somvir.

Diakuinya, ada beberapa alat peraga kampanye (APK), seperti baliho atau stiker dirinya pada masa kampanye. Namun, guru Yoga itu tidak mengetahui siapa yang membuat, serta memasangnya. Bahkan dia mengaku tidak punya tim sukses sama sekali.

Dia memperkirakan, pemasangan APK itu merupakan inisiatif dari murid-muridnya. Terlebih, dirinya juga tidak meniru pola yang sama seperti dilakukan caleg-caleg lainnya, seperti menggelar pertemuan atau simakrama.

“Kemungkinan pernah dibuat murid saya. Itu tanpa sepengetahuan saya. Jadi memang nol rupiah. Karena kami tidak pernah simakrama,” imbuhnya lagi.

Lantaran tidak melakukan simakrama itulah, menurutnya, perolehan suaranya dalam pileg 2019 tidak terpaut jauh dengan perolehan di 2014. Di kisaran 11 ribu suara. Kalaupun melakukan kampanye, dirinya hanya menempuh dengan cara person to person. “Modelnya beda. Kami pakai person to person. Kalau 20 ribu suara baru curiga. Jadi tidak ada yang aneh dan tidak perlu dibesar-besarkan,” imbuh pria kelahiran India dan sudah menetap 25 tahun di Bali itu.

Karena merasa tidak ada yang salah, dirinya mengaku agak kecewa dengan laporan yang disampaikan ke Bawaslu Bali tersebut. Kendati begitu, dirinya tidak akan melaporkan balik Gede Suardana selaku pelapor.

Bahkan, dia menawarkan, bila ada yang tidak puas dengan dirinya, baik dari kader maupun nonkader Nasdem, untuk menyampaikan langsung kekecewaan atau uneg-uneg kepada dirinya langsung.

“So kalau terus-terus kecewa, cemburu, saya beri solusi yang bagus. Belajarlah yoga dengan Dr. Somvir,” tukasnya seraya menyebutkan, dengan adanya laporan ini, dirinya seolah mendapatkan promosi gratis. “Saya dizalimi terus, tapi saya terima semua kerikil dan batu-batu itu dengan senyum,” pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia