Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali
TWIN LAKE FESTIVAL

Lawar Kuwir Diserbu Pengunjung Usai Penjurian

05 Juli 2019, 17: 37: 40 WIB | editor : I Putu Suyatra

Lawar Kuwir Diserbu Pengunjung Usai Penjurian

LAWAR : Lomba mengolah daging Kuwir di Wantilan Danau Buyan tak kalah menariknya, apalagi pengunjung bisa ikut menikmati Lawar dan Jukut Ares yang dibuat peserta lomba. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Jika di danau para peserta Lomba Pedau Singa memacu tenaga untuk menjadi yang tercepat, maka hal serupa juga dilakukan oleh puluhan orang yang berasal dari sembilan kecamatan di Buleleng ini. Mereka terlihat sibuk mengolah daging Kuwir menjadi sejumlah menu yang cukup lezat dan menggugah selera. Seperti Lawar dan Jukut Ares.
Puluhan peserta nampak terampil mengolah Kuwir menjadi menu legendaris tersebut. Setiap regu membagi tugas dalam memasak Kuwir ini. Ada yang mencincang daging, mengolah bumbu dan memotong batang pisang muda untuk diolah menjadi Jukut Ares. Bau harum masakan pun kian memenuhi areal wantilan Danau Buyan, sehingga membuat pengunjung tergugah seleranya untuk ikut segera menikmatinya.


Setelah pukul 12.00 Wita proses memasak pun selesai. Peserta mulai menata menu dengan garnies agar kian cantik dan menggugah selera. Begitu selesai penilaian, maka acara dinanti-nanti pun tiba. Pengunjung dipersilahkan untuk menikmati sepuasnya Lawar Kuwir dengan Jukut Ares.


Udara Dingin di tepi danau membuat nafsu makan lahap. Pengunjung seolah tak puas kalau hanya mencicipi Lawar dan Jukut Ares satu peserta saja. Bahkan, getol ingin menikmati cita rasa seluruh peserta. Meski rebutan, tentu disanalah letak kenikmatannya.


Ketua Panitia Lomba Kuwir yang juga Kepala Dinas Kebudayaan Buleleng, Gede Komang mengungkapkan, daging Kuwir akan berbau amis jika diolah dengan cara yang salah. Begitu pula sebaliknya. Jika seseorang mengolahnya dengan baik dan benar, olahan daging Kuwir (Entog) akan menjadi sajian yang sangat nikmat.

“Tidak semua orang bisa mengolah daging Kuwir. Jika salah, bisa-bisa bau amisnya masih tersisa,” singkatnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia