Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali
TWIN LAKE FESTIVAL

Parade Sapi Gerumbungan Pukau Wisatawan

05 Juli 2019, 17: 47: 54 WIB | editor : I Putu Suyatra

Parade Sapi Gerumbungan Pukau Wisatawan

TRADISI AGRARIS: Parade Sapi Gerumbungan di arena Twin Lake Festival Jumat (5/7). (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Hari ketiga pelaksanaan Twin Lake Festival semaki seru. Salah satunya diisi dengan parade Sapi Gerumbungan pada Jumat (5/7). Tak pelak, tradisi agraris jaman dahulu yang disuguhkan Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng di pelataran Pura Gubug Tamblingan inipun sukses memukau wisatawan dan penonton.

Sejumlah wisatawan yang berasal dari Francis, Italia, Belanda dan Inggris nampak terhibur dengan atraksi sapi gerumbungan dari empat Baga tersebut. Namun kendati diberikan kesempatan untuk menaiki tenggala sapi gerumbungan, para wisatawan ini takut mencobanya.

Kadis Pariwisata Buleleng Nyoman Sutrisna, mengatakan, empat baga yang mengikuti atraksi budaya sapi gerumbungan ini adalah dari baga selatan yaitu desa Pedawa, Desa Panji, Desa Kaliasem dan dari Buleleng sendiri.

Lanjut Sutrisna, atraksi Sapi Gerumbungan ini diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara ke Buleleng. Oleh karena itu untuk tahun-tahun mendatang sapi gerumbungan tidak lagi dikemas dalam bentuk parade melainkan akan dijadikan perlombaan.“Lebih kenceng lagi untuk kita promosikan, bahwa sapi gerumbungan merupakan cirikhas Kabupaten Buleleng “tambahnya.

Sementara itu, Ketut Wijana, salah seorang peserta atraksi sapi gerumbungan mengapresiasi langkah pelestarian yang dilakukan Dinas Pariwisata. Menurutnya, kegiatan ini cukup bagus karena ada misi pelestarian dan mampu menarik kedatangan para wisatawan untuk berkunjung ke Buleleng.

Ia menceritakan ada sejumlah proses yang wajib dilalui agar sapi-sapi tersebut siap diikutkan di ajang parade sapi gerumbungan. Seperti dilatih berlari sesuai dengan arah yang ditentukan, kemudian sapi harus selalu dalam kondisi sehat dan bersih serta bebas dari gangguan serangga seperti lalat dan sejenisnya. “Tiap enam bulan harus di suntik ke pak dokter” tutupnya.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia