Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Gubernur Keluarkan Edaran PPDB, Tambah Daya Tampung, Pakai Nilai

06 Juli 2019, 10: 57: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Gubernur Keluarkan Edaran PPDB, Tambah Daya Tampung, Pakai Nilai

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Merespons gejolak masyarakat terkait pelaksanaan Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, terutama pasca pengumuman pada Jumat (5/7) kemarin, Gubernur Bali Wayan Koster mengeluarkan surat edaran.

Surat edaran yang dikeluarkan pasca pengumuman PPDB dengan nomor 422.1/36200/BPTEKDIK/DISDIK tersebut mengatur soal optimalisasi daya tampung SMA/SMK negeri. Edaran itu ditujukan kepada seluruh Kepala SMA/SMK Negeri se-Bali.

Dengan adanya optimalisasi tersebut, artinya masih ada peluang menambah daya tampung calon siswa di sekolah-sekolah negeri. Itupun dalam jumlah yang sangat terbatas. Serta mekanismenya harus dilalui dengan proses perankingan Nilai Ujian Nasional (NUN).

Ketentuan mengenai proses perankingan NUN itu termuat dalam bagian lampiran dari surat edaran tersebut. Dan masih pada bagian sama, disebutkan juga beberapa persyaratannya.

Di antaranya yang paling penting, calon siswa yang telah dinyatakan lulus pada seleksi PPDB, tidak diperkenankan untuk ikut seleksi melalui proses perankingan. Karena tahap perankingan ini hanya berlaku bagi mereka yang dinyatakan tidak lulus pada seleksi PPDB.

Selain itu, calon siswa yang menempuh tahap ini hanya dibolehkan sekali melakukan proses pendaftaran dengan satu sekolah pilihan. Serta menandatangani surat pernyataan tidak mendaftar di sekolah swasta.

Mekanisme perankingan tersebut dilakukan dimulai dengan pendaftaran yang dibuka Sabtu (6/7) hari ini, sampai dengan Minggu (7/7) besok. Mulai dari pukul 08.00 sampai dengan 14.00.

Kemudian, perankingan dilakukan pada Senin, 8 Juli 2019. Selanjutnya pengumuman pada keesokan harinya, Selasa (9/7). Lalu pendaftaran ulang pada 10 dan 11 Juli 2019 dari pukul 08.00 sampai dengan 14.00.

Alur pendaftarannya, calon peserta datang langsung ke sekolah yang dipilih dengan membawa kelengkapan administrasi. Mulai dari fotokopi Ijazah/SHUN/Surat Keterangan Lulus. Kemudian akta kelahiran. Fotokopi nomor pendaftaran PPDB bagi yang sudah mendaftar dan tidak lulus. Selain itu, melampirkan Surat Pernyataan Tidak Mendaftar di Sekolah Swasta.

Proses perankingan NUN itu sendiri dilakukan di masing-masing sekolah. Begitu juga dengan hasil perankingan dilakukan oleh panitia sekolah. Pengumumannya dilakukan secara offline. Artinya, hasil perankingan dipasang pada papan pengumuman di masing-masing sekolah.

Surat edaran ini sendiri merupakan hasil tindak lanjut dari rapat kerja antara Disdik Bali dengan Komisi IV DPRD Bali pada Kamis (4/7) lalu. Seperti diterangkan Kepala Disdik Bali, KN Boy Jayawibawa. Itupun setelah melalui koordinasi dengan seluruh kepala sekolah di Bali. “Saya koordinasi dengan para kepala sekolah terkait PPDB di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) untuk menindaklajuti rekomendasi dewan saat rapat kemarin,” jelasnya.

Hasil koordinasi dengan para kepala sekolah tersebut, kemudian disampaikan ke Sekretariat DPRD Bali. “Lalu disampaikan juga ke Sekda Provinsi Bali. Saya harus gerak cepat. Apalagi Jumat hari pendek,” pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia