Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Festival Tepi Sawah, Ajang Tahunan Berorientasi Ramah Lingkungan

07 Juli 2019, 16: 17: 42 WIB | editor : I Putu Suyatra

Festival Tepi Sawah, Ajang Tahunan Berorientasi Ramah Lingkungan

FESTIVAL: Suasana Festival Tepi Sawah, di Omah Apik Desa Pejeng Kecamatan Tampaksiring, Minggu (7/7) (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Pelaksanaan Festival Tepi Sawah yang ketiga kali berlangsung di Omah Apik, Desa Pejeng, Kecamata Tampaksiring. Festival yang berlangsung selama dua hari itu, yakni 6 sampai 7 Juli 2019 tersebut merupakan ajang tahunan. Bahkan salah satu founder Festival Tepi Sawah, Etha Widiyanto menjelaskan sebagai ajang tahunan yang berorientasi ramah lingkungan, Minggu (7/7).

Etha Widiyanto menjelaskan festival ini memang diproyeksikan sebagai sebuah acara kesenian tahunan berorientasi ramah lingkungan. Sebagai suatu upaya mengurangi sampah plastik sebanyak mungkin. “Semua yang terlibat dalam festival ini kami larang menggunakan kemasan plastik, styrofoam dan sejenisnya. Sebaliknya, kami buka stand khusus penyewaan alat makan,” paparnya.

Adapun alat yang disewakan meliputi gelas, piring, sendok dan asbak. Sehingga setiap penyewa dikenakan deposit Rp 5 ribu. “Yang baru kali ini adalah penyewaan asbak bambu. Ini berkaca dari festival tahun lalu bahwa aktifitas merokok tidak bisa dibendung. Dampaknya, sampah putung rokok berserakan. Maka tahun ini kita sewakan asbak bambu,” papar dia.

Seperti diketahui festival itu menampilkan berbagai pertunjukan seni yang dikemas dengan konsep ramah lingkungan. Melibatkan dan menghadirkan seniman-seniman dari berbagai cabang seni untuk berkolaborasi dan berkarya dalam kebersamaan. Dijelaskan juga festival ini mengintergrasikan berbagai elemen kreatif dengan edukasi dan implementasi tentang environmental sustainability baik untuk kalangan anak-anak maupun di kalangan dewasa.

Sedangkan kegiatan seni yang disajikan diantaranya adalah penampilan musik, workshop, instalasi seni dan berbagai cabang seni lainnya yang para pelakunya akan berkarya dalam kebersamaan yang dipadukan dengan program-program ramah lingkungan. Mulai dari sinden yang juga penyanyi jazz dan blues Endah Laras yang bisa berkolaborasi dengan Woro, dalang cilik Narend, penyanyi Anda Perdana serta duo kolaborasi Balawan dengan Made Ciiiaaattt.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia