Kamis, 21 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Enjoy Bali

Patung Dewi Sri Jumbo Berbahan Anyaman Bambu Dipasang di Jatiluwih

07 Juli 2019, 17: 59: 22 WIB | editor : I Putu Suyatra

Patung Dewi Sri Jumbo Berbahan Anyaman Bambu Dipasang di Jatiluwih

DIPASANG: Patung Dewi Sri dari anyaman bambu dipasang di Jatiluwih, Sabtu (6/7). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, TABANAN - Jelang Festival Jatiluwih 2019, pihak panitia mulai menyiapkan berbagai hal. Termasuk memasang patung anyaman Dewi Sri berukuran jumbo di areal persawahan DTW Jatiluwih. Pemandangan ini pun menjadi momen langka yang menyedot perhatian para wisatawan yang berkunjung.

Dari pantauan di lapangan, patung Dewi Sri berbahan anyaman bambu itu nampak berdiri gagah di tengah persawahan terasering yang merupakan kawasan Warisan Budaya Dunia (WBD) tersebut. Tak pelak keberadaan patung Dewi Sri tersebut mengundang decak kagum para wisatawan.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa menjelaskan patung Dewi Sri berbahan anyaman bambu itu dipasang Sabtu (6/7) serangkaian dengan Festival Jatiluwih 2019 yang akan digelar bulan September 2019 mendatang. "Patung Dewi Sri itu dipasang Sabtu (6/7) dan menjadi magnet wisatawan meskipun belum terpasang dengan sempurna," ungkapnya Minggu (7/7).

Setelah dipasang, patung Dewi Sri tersebut akan diupacarai pada tanggal 9 Juli 2019 nanti. Menurutnya dibuatnya patung Dewi Sri tersebut karena Dewi Sri merupakan simbol dari Dewi Kemakmuran yang menjadi tema dari Festival Jatiluwih 2019. "Sehingga dibantu oleh salah seorang seniman Bali, kita buat patung Dewi Sri dari anyaman bambu, sebab kita ingin bahannya alami, sesuai dengan konsep kita," paparnya.

Sutirtayasa menjelaskan, Festival Jatiluwih 2019 mengambil tema 'Glorifying Dewi Sri for Prosperity and Harmony' yang artinya Memuliakan Dewi Sri untuk Kesejahteraan dan Harmoni (Sri Pahngayu Jagat).

"Dimana hakikat Dewi Sri dalam falsafah Bali adalah perihal kuasa atas kelahiran dan kehidupan, representasi yang disimbolkan dengan ketersediaan bahan makanan di bumi terutama padi," jelasnya.

Sehingga memuliakan Dewi Sri mengandung pemahaman dan pesan agar proses yang terdapat di Jatiluwih menjadi perhatian semua pihak untuk diyakini, didorong dan dijalankan sebagai laku memelihara dan melestarikan padi dalam relasinya sebagai aspek penting dalam memaknai kelahiran dan kehidupan untuk kesejahteraan dan harmoni. "Dan hal ini berelasi erat dengan pemaknaan Tri Hita Karana sebagai hubungan integral antara Tuhan, Manusia dan Alam," pungkasnya.

Pemasangan patung anyaman Dewi Sri itu pun menyita perhatian para wisatawan yang berkunjung, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

(bx/ras/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia