Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Features

Wajah Oriental ala Korea, Tren Kecantikan yang Diminati Remaja Saat In

07 Juli 2019, 18: 08: 17 WIB | editor : I Putu Suyatra

Wajah Oriental ala Korea, Tren Kecantikan yang Diminati Remaja Saat Ini

PARA DOKTER: (ki-ka) Mulia Lie (Marketing Director PT. Kalbe Farma Tbk), dr Liang Ben Chung-Pin (Facille Chief Training Consultant), dr I Dewa Gede Agung Manik (Dermatologist Expert-Spesialis Kulit dan Kelamin), dr Dikky Prawiratama (Clinical Trainer) (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS-ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Tren kecantikan remaja Indonesia memang tidak dipungkiri semakin meningkat usai drama Korea, K-POP dan sosial media mulai booming. Pasal faktor ini diakui maupun tidak sudah menjadi kiblat hampir sebagian remaja di Indonesia untuk ukuran kecantikan. Tidak sedikit mereka yang berminat untuk mempercantik wajahnya ala aktor dan aktris asal Korea, dengan standart wajah oriental, hidung mancung dan kulit wajahnya yang kinclong.

Hal tersebut diakui oleh salah satu dokter kecantikan Dikky Prawiratama dalam acara IMCAS (International Master Course On Aging Science) mewakili Kalbe Farma di Nusa Dua Bali, Minggu (7/7). Menurut Dikky banyak pasien yang datang kepadanya dari berbagai kalangan usia. Yang ingin mengencangkan wajah, menariknya lebih ke atas, menginginkan kulit putih, muka lonjong maupun treatment lain.

“Untuk kecantikan sendiri sebenarnya sudah ada rasionya. Untuk Asia sendiri sudah berubah, karena dari Korea ini banyak menimbulkan suatu trend baru. Misalnya laki-laki di Asia mulai lebih suka dibikin lebih sedikit feminine, dibandingkan yang dulu se-maskulin mungkin. Sekarang enggak, yang mereka inginkan muka selonjong mungkin. Nah itu dia,” terangnya.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, I Dewa Gede Agung Manik pun juga menanggapi bahwa Bali sendiri sudah mulai menjadi destinasi wisata kesehatan. Dengan berbagai macam asal pasien yang melakukan perawatan kecantikan di Bali. Hal ini lah yang membuktikan, bahwa Indonesia tidak kalah dalam hal estetik dengan negara lain.

“Semakin kesini semakin muda orang yang mencari center kecantikan. Karena kalau dulu bisa kita lihat sebelum-sebelumnya mungkin diatas 40 tahun ya, kalau sekarang udah makin muda 20 tahun udah mulai mencari. Mungkin ter-influence sama drama Korea untuk Asia. Jadi mereka pengen tampak lebih canti,” ujarnya.

Sedangkan untuk yang usia 40 tahun ke atas lebih mencari untuk menghambat proses aging-nya. Dengan memakai produk semacam ini, para pasien bisa mendapatkan efek conturing, dimana bisa membentuk wajah sesuai impian mereka tanpa harus operasi plastik.

“Kalau trend Korea kan kalau perempuan pengen bentuk wajahnya oval gitu ya. Jadi dengan produk ini bisa dibantu untuk membentuk target wajah yang diinginkan. Kalau di Bali sudah banyak, trend-nya semakin ke sini semakin banyak,” ujarnya pemilik Klinik Estetika di Jalan Gatot Subroto Denpasar ini.

Di Bali juga tidak semata-mata orang lokal Bali saja. Tapi untuk turis yang datang ke Bali juga menginginkan treatment seperti ini. Apalagi kondisi di Bali yang sepanjang tahun terpapar banyak matahari, sehingga produk kecantikan sangatlah dibutuhkan terutama sunscreen, sambujngnya.

Sementara itu keterangan Mulia Lie selaku Marketing Director PT. Kalbe Farma Tbk kepada Koran ini bahwa Kalbe yang sudah 50 tahun lebih berkecimpung dibisnis obat-obatan dan kesehatan. Pun tertarik dengan pengembangan produk kesehatan estetik, karena peluangnya yang semakin besar.

“Masyarakat Indonesia makin lama makin berkembang dan juga makin maju mereka sangat konsen terhadap wellness kesehatan. Dalam hal ini kecantikan estetik ini menjadi bagian dari hal yang harus membuat Indonesia yang lebih baik juga. Itu yang mendasarkan kami kenapa mau masuk ke bisnis kecantikan,” terangnya.

Untuk mengawali bisnis dibidang estetika ini, Kalbe sendiri mengandalkan produl Facille. Yang dikatakannya memiliki teknologi Chap bekerja sama Taiwan yang memang berkecimpung di bidang teknologi dan produk estektik.

“Kami bawa ke Indonesia. Di Bali sendiri cukup berkembang untuk kecantikan ataupun estetik. Banyak sekali kita lihat klinik-klinik kecantikan menjamur. Itu membuktikan bahwa masyarakat Bali juga senang dengan kecantikan dan pengen membuat wajah-wajah Bali ini lebih baik dan cantik lagi,” ucapnya.

Teknologi Chap, Derma filler dalam produknya ini sudah banyak diterapkan oleh klinik-klinik rekanannya baik di Eropa maupun Asia. Angka permintaannya pun disebut meningkat fantastis sejak di launching bulan lalu, seiring menjamurnya klinik-kecantikan di berbagai daerah di Indonesia. Lantaran produknya ini diunggulkan dengan natural dan injectable.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia