Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Hasto: Usulan Menteri Ada di Tas Bu Mega

08 Juli 2019, 10: 23: 19 WIB | editor : I Putu Suyatra

Hasto: Usulan Menteri Ada di Tas Bu Mega

KONFERDA: Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat membuka Konferda DPD PDIP Bali dan Konfercab DPC PDIP sembilan kabupaten/kota di Grand Inna Bali Beach, Sabtu (6/7) lalu. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – DPP PDIP memberi apresiasi kepada Bali, lantaran perolehan suara yang tinggi dalam Pilpres dan Pileg, April 2019 lalu. Bahkan untuk pilpres, Bali memberikan kemenangan paling tinggi bagi pasangan capres-cawapres yang dijagokan PDIP, Joko Widodo dan KH Ma’ruf Amin.

Tak ayal, karena perolehan suara yang begitu signifikan bagi pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Bali diperkirakan kembali mendapatkan jatah menteri pada kabinet yang disusun Presiden Jokowi untuk kali keduanya. Bahkan soal usulan jatah menteri dari Bali ini juga sempat disinggung Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, saat membuka Konferda DPD PDIP Bali dan Konfercab Seluruh DPC PDIP Se-Bali yang berlangsung pada Sabtu (6/7) lalu.
Kendati demikian, Hasto menegaskan, soal usulan menteri yang diajukan sebagai menteri sepenuhnya bergantung pada keputusan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarno Putri. Serta Presiden Joko Widodo selaku pemegang hak prerogatif dalam penyusunan kabinet. “Kami serahkan sepenuhnya kepada Ibu Ketua Umum dan Bapak Joko Widodo,” ujar Hasto usai membuka kegiatan tersebut.
Menurutnya, usulan menteri dari Bali tidak lepas dari prestasi yang berhasil dibangun jajaran PDIP Bali dalam pileg dan pilpres kemarin. Terlebih lagi, Bali merupakan basis PDIP. “PDIP akan menata diri dengan baik. Memberikan pendidikan politik bagi kader-kadernya. Serta menempatkan kader di pusat. Tidak hanya di posisi menteri. Di DPP pun tetap ada representasi dari Bali. Begitu juga dengan gerak kebudayaan, Bali selalu dilibatkan,” tegasnya.
Sayangnya, saat disinggung apakah sudah ada nama calon menteri dari Bali yang akan diusulkan, Hasto enggan menjawabnya. Dia balik menyebutkan, itu kewenangan Ketua Umum Megawati yang akan dibahas dengan Presiden Joko Widodo nantinya. “Nama ada di kantong, tasnya, Ibu Mega yang akan dibahas bersama Jokowi,” pungkasnya.
Sedangkan saat ditanya soal pelaksanaan Kongres V yang dipercepat setahun dari jadwal semula. Dia menyebutkan, hal tersebut untuk menyesuaikan agenda strategis pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi-KH Ma’ruf Amin untuk lima tahun ke depannya. “Sehingga begitu DPR dan MPR dibentuk dan melantik Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, seluruh jajaran partai (PDIP) sudah terkonsolidasi, dan siap mengawal agenda strategis Bapak Joko Widodo,” jelasnya.

Sementara itu, Wayan Koster kembali dipilih sebagai Ketua DPD PDIP Bali untuk periode 2019-2024. Pemilihan secara aklamasi itu berlangsung dalam Konferensi Daerah (Konferda) DPD PDIP Bali yang berlangsung pada Sabtu (6/7) di Grand Inna Bali Beach.

Selain Koster, peserta Konferda juga menyepakati IGN Jayanegara kembali menduduki jabatan sebagai Sekretaris DPD PDIP Bali. Sementara untuk posisi bendahara mengalami pergantian orang. Dalam struktur pengurus periode 2019-2024, posisi bendahara dipercayakan kepada Ni Putu Cinthya Indraningsih.

Konferda yang dipimpin langsung Ketua DPP Bidang Pemuda dan Olahraga Syukur H. Nababan itu juga digandengkan dengan Konferensi Cabang (Konfercab) yang mengagendakan penetapan usulan pengurus inti DPC. Dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara. Sesuai hasil Rapat DPC yang diperluas dengan melibatkan seluruh pengurus PAC di masing-masing kabupaten/kota.

Tak ada perubahan yang terjadi dalam kepemimpinan di tingkat DPC. Struktur inti DPC periode sebelumnya masih diusulkan kembali untuk menjabat. Sehingga dalam Konfercab kemarin, usulan itu tinggal diplenokan saja.

Setelah susunan kepengurusan DPD dan DPC di sembilan kabupaten/kota terbentuk, Syukur Nababan langsung menetapkan, melantik, serta mengambil sumpah para pengurus partai yang dipilih.

Koster yang diwawancara usai pelaksanaan Konferda dan Konfercab menyebutkan, terpilihnya kembali dirinya beserta Ketua DPC di sembilan kabupaten/kota merupakan apresiasi DPP terhadap prestasi yang diperoleh saat Pilpres dan Pileg 2019. “Bali memperoleh persentase yang tinggi, sehingga (kami) diberikan apresiasi oleh DPP untuk tampil kembali,” ujarnya.

Disinggung mengenai pergantian pada posisi Bendahara DPD, Koster menyebutkan, itu dilakukan untuk perimbangan dengan daerah lainnya. Karena Bendahara DPD yang sebelumnya dijabat Putu Mangku Mertayasa sama-sama dari Buleleng. “Karena saya dan bendahara yang lama satu wilayah. Jadi harus ada perimbangan dengan wilayah lain. Ketuanya Buleleng. Sekretarisnya Denpasar. Bendaharanya Badung,” jelasnya.

Usai Konferda, Koster mengaku pihaknya akan segera melakukan tugas yang diamanatkan partai. Salah satunya yang paling dekat yakni menjadi tuan rumah pelaksanaan Kongres V PDIP yang dijadwalkan pada 8-11 Agustus 2019 mendatang.

Namun saat ditanya soal persiapan pilkada, Koster singkat menjawab. Pihaknya belum membahas itu. “Belum. Nanti ada tahapannya,” ujarnya. Soal penempatan kader legislatif di unsur pimpinan DPRD? “Belum juga. Nanti akan dibahas,” imbuh Koster, seraya mengatakan hal yang sama untuk posisi Dewan Pertimbangan Daerah (Deperda) PDIP Bali. 

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia