Rabu, 13 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Features
Jejak Panjang Leci Payangan (3)

Pemberi Hadiah Itu Bernama Cik Giong, di Songan Ada Pohon Kembarnya

09 Juli 2019, 09: 22: 54 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pemberi Hadiah Itu Bernama Cik Giong, di Songan Ada Pohon Kembarnya

PERTAMA: Pohon Leci yang umurnya diperkirakan ratusan tahun terletak di areal Puri Agung Payangan, Kecamatan Payangan, Kabupaten Gianyar (foto paling kanan). Cik Giong (tengah). (FOTO: PUTU AGUS ADEGRANTIKA - ILUSTRASI CHAIRUL AMRI S/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Salah satu keturunan keluarga Lie, pemberi hadiah pohon Leci yang masih tinggal di Payangan, Lie Eggy menjelaskan leluhurnya tersebut memeng memiliki hubungan dengan baik ke Puri Payangan. Bahkan ia mengaku leci yang dibawa oleh leluhurnya itu bukan sampai di seputar Payangan saja. Melainkan hingga ke daerah Kintamani, Bangli.

“Leluhur saya yang membawa bibit leci ke puri pertama kali. Dia adalah Cik Giong. Sampai akhirnya pohon yang satu-satunya di puri tersebut dicangkok oleh warga dan meluas sampai ke semua wilayah Payangan. Sampai-sampai di daerah Songan, Kintamani juga ada. Bahkan di sana kembar pohonnya,” tutur dia sambil menunjukkan photo Cik Giong tersebut.

Saat itu ia mengaku Cik Giong sebagai pedagang kebutuhan bahan pokok, namun dengan cara barter. Karena masyarakat Payangan zaman itu sudah mulai bertani dan berkebun sehingga Cik Giong merintis usahanya juga di Payangan. Sedangkan sampai saat ini keturunannya masih ada di Banjar Gria, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan yang berbisnis berjualan dan mengambil pekerjaan lainnya seperti sopir dan wiraswasta lain.

“Kalau leci yang tertua itu saja yang ada di areal Puri (Payangan), karena sudah banyak yang menelitinya itu hampir mirip hasil buahnya seperti tempat asalnya di Cina. Mungkin karena suhu dan ketinggiannya sama seperti di Cina makanya buah leci Payangan sangat bagus ketika panen setiap tahunnya,” ungkap Lie Eggy.

Untuk diketahui, hadiah leci itu diberikan pada abad ke-18 oleh keluarga Lie yang memiliki hubungan pertemanan sangat baik dengan penglingsir Puri Payangan. “Kepastian tahun, memang ada catatan menyebutkan sekitar abad 18. Namun ada catatan yang menyebut tahun1901. Pemberian keluarga Lie asal Tiongkok (China),” kata Salah satu tokoh Jero Pengaji, Desa Melinggih, Kecamatan Payangan, Dewa Rai Budiasa.

Dikatakan waktu itu dari keluarga Lie membawa cangkokan pohon leci ke puri hanya satu cangkokan saja. “Zaman itu ibaratnya sebagai buah tangan dari negara asalnya di Cina. Maka dihaturkanlah kepada Raja Payangan sebatang cangkokan pohon leci dan ditanam pada halaman puri,” tutur pria yang era mudanya banyak dihabiskan di Jerman ini.

Karena tumbuh dan menjadi besar, maka berbuahlah leci tersebut dipengaruhi juga dengan suhu udara yang ada di Payangan. Sehingga mulai berbunga dan sampai berbuah sangat banyak. Ketika dicoba, buahnya pun sangat manis persis buah yang dihasilkan oleh pohon asli di negeri asalnya. (habis)

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia