Kamis, 14 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Soal Turis Ceko, Imigrasi Tegaskan Tidak Ada Pembayaran Rp 14 Juta

09 Juli 2019, 19: 53: 55 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

KLARIFIKASI: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Bali Amran Aris menegaskan, apa yang disampaikan wisatawan asal Ceko Daniel Koliba tidak benar.

KLARIFIKASI: Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Bali Amran Aris menegaskan, apa yang disampaikan wisatawan asal Ceko Daniel Koliba tidak benar.

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai Bali Amran Aris menegaskan bahwa tidak ada pembayaran denda overstay sebesar Rp 14 juta oleh wisatawan asal Ceko Daniel Koliba, 29 yang diterima oleh petugas TPI pada Kamis (4/7). Sehingga menurutnya nominal yang dibayarkan oleh yang bersangkutan sesuai dengan yang tertera dalam kwitansi tersebut.

 “Yang bersangkutan ini kan masuk Indonesia pada tanggal 23 Mei 2019 menggunakan Bebas Visa Kunjungan dengan masa berlaku izin tinggal kunjungan selama 30 hari. Hari terakhir dapat tinggal di Indonesia 21 Juni 2019,” ucapnya pada Selasa (9/7).

 Diakuinya bahwa pada Senin (1/7), Daniel akan bertandang meninggalkan Bali menuju Singapura menggunakan Jetstar Airways (3K246) tujuan Singapura. Saat itu secara otomatis Sistem Perlintasan mendeteksi yang bersangkutan telah tinggal melampaui batas izin. Selama 10 hari, sehingga berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 2019 tentang jenis dan tarif atas PNBP yang berlaku pada Kemenkumham, diwajibkan membayar biaya denda overstay sebesar Rp10 juta.

Singkat cerita, Daniel batal meninggalkan Bali setelah petugas memberikan dua cap pembatalan flight ticket di lembar paspornya. Pihak Imigrasi sendiri memberikan alasan pemberian cap pembatalan tersebut yakni dikarenakan yang bersangkutan kedapatan merekam menggunakan kamera handphone dan Go Pro saat petugas menghitung uang.

 “Sempat oleh staf penerbangan diantar menuju gate keberangkatan. Namun tidak lama kemudian staf penerbangan membawa kembali yang bersangkutan ke Kantor Imigrasi di Terminal Keberangkatan dan menyatakan bahwa penumpang tersebut offload (ketinggalan pesawat),” tegasnya.

 Atas kejadian tersebut, Petugas Imigrasi membatalkan cap keberangkatan (menerakan cap cancelled) serta mengembalikan biaya denda overstay Rp 10 juta yang telah diserahkan. Daniel kemudian kembali berangkat ke luar Bali pada Kamis (4/7) pukul 20.05 tujuan Singapura dengan penerbangan KLM Royal Dutch Airlines (KL0836). Menruut Amran, saat itu secara otomatis perhitungan sistem perlintasan dikenai biaya denda overstay sebesar Rp 13 juta.

 “Kelebihan masa tinggal sebanyak 13 hari sesuai tanda terima pembayaran dan bukti setor PNBP. Adapun terkait informasi telah membayarkan uang sebesar Rp 14 juta adalah tidak benar,” tegasnya.

 Kemudian pada Sabtu (6/7) pukul 20.19 Daniel kembali ke Bali dan didaratkan menggunakan Bebas Visa Kunjungan. Setelah melewati pemeriksaan keimigrasian, yang bersangkutan kembali mendatangi petugas Imigrasi untuk membeli Visa on Arrival.

“Terkait hal tersebut petugas menyampaikan bahwa dia telah diberikan izin masuk dengan Bebas Visa Kunjungan sehingga tidak dapat diganti menjadi Visa on Arrival atau orang asing tidak dapat memiliki dua izin masuk dan izin tinggal,” paparnya. 

(bx/afi/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia