Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Menangis di Gereja, Abdi Ngamuk sampai Banting Istri

09 Juli 2019, 20: 36: 27 WIB | editor : I Putu Suyatra

Menangis di Gereja, Abdi Ngamuk sampai Banting Istri

CEK LOKASI: Polisi mengecek Gereja St. Yoseph di Jalan Kepundung, Denpasar. (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Seorang Jemaah Gereja St. Yoseph di Jalan Kepundung Denpasar bernama Abdi, 50 mengamuk pada Selasa (9/7) pukul 09.45. Warga yang tinggal di Jalan Gajah Mada, ini kemudian diamankan ke Mapolsek Dentim usai merusak fasilitas milik gereja.  

Keterangan penjaga gereja Kristo Nahat, 26, saat itu pelaku terpantau datang ke gereja pukul 09.00 bersama istrinya Camelia untuk melakukan kebaktian. Selang beberapa menit kemudian pelaku terlihat menangis dan mengamuk di atas mimbar kebaktian. Sang istri sudah berusaha menahan, tetapi pelaku justru membanting istrinya.

“Pelaku dengan istrinya datang bersama umat lain untuk melakukan persembahyangan. Tiba-tiba pelaku menangis dan mengambil besi penyangga salib. Lalu mengamuk. Istrinya bingung lalu memeluk suaminya tapi dibanting,” terang Kapolsek Denpasar Timur I Nyoman Karang Adiputra pada Selasa (9/7).

Kemudian Kristo yang sedang menyapu di salah satu ruangan mencoba juga untuk menahan ulah pelaku. Tetapi pelaku mengancamnya dengan memegang sebuah tongkat.  Dia terus mengamuk dengan merusak beberapa hiasan bunga dalam gereja dan fasilitas lainnya.

Saksi memilih keluar gereja untuk mencari bantuan warga sekitar. Untungnya saat itu tiga orang personel polisi Unit Yanmas Polda Bali melewati seputaran TKP dan pelaku bisa diamankan. Kemudian pelaku menjalani pemeriksaan di Mapolsek Denpasar Timur. Selain itu saat kejadian kondisi di TKP sedang sepi karena Romo Mandia dan kawan-kawan fokus melaksanakan kegiatan di Gereja St. Yoseph yang di Ubung.

Akibatnya tiga jendela kaca samping kanan gereja pecah, tempat lilin rusak, enam pasang kursi rusak, sarana persembahyangan lain rusah, dua buah meja mimbar kebaktian juga rusak. Juga sebuah patung malaikat dan dua patung kecil, empat buah mic, meja tempat air suci, sebuah lampu abadi, sebuah salib dan lonceng kuningan. “Motif pelaku belum diketahui. Nanti kami lakukan penyelidikan lebih kanjut. Tidak ditahan, diperiksa untuk penyelidikan,” terangnya.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia