Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Terdakwa Pembunuhan Satpam Dituntut 10 Tahun

09 Juli 2019, 21: 02: 20 WIB | editor : I Putu Suyatra

Terdakwa Pembunuhan Satpam Dituntut 10 Tahun

REKONSTRUKSI: Terdakwa Gunik saat melakukan rekonstruksi beberapa waktu lalu. (I PUTU MARDIKA BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Kasus pembunuhan yang dilakukan Nyoman Tri Antika Subandi Awantara alias Gunik, 33, terhadap satpam bernama Ikram Tauhid pada 3 Maret lalu terus bergulir di meja hijau. Terdakwa Gunik disebut secara sah dan meyakinkan oleh Jaksa Penuntut Umum telah menghabisi nyawa korban di KM 17 Jalan Raya Singaraja-Denpasar.

Sidang yang berlangsung di Ruang Candra Pengadilan Negeri (PN) Singaraja, Selasa (9/7) dipimpin Ketua Majelis Hakim Ni Luh Suantini, Hakim Anggota I Made Gede Trisna Jaya dan Anak Agung Ngurah Budhi Dharmawan, dengan agenda pembacaan tuntutan dari jaksa.

Dalam tuntutannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gusti Nyoman Widana menyebut terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan pada pukul 22.00, 3 Maret 2019 silam. JPU Widana juga menyebutkan sejumlah pertimbangan dalam mengajukan tuntutan.

Ulah terdakwa dianggap JPU telah menimbulkan kematian dan membuat duka yang mendalam bagi keluarga korban. Terdakwa maupun keluarganya juga disebut tidak ada upaya untuk meringankan beban keluarga korban. Sementara yang yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya secara terus terang sehingga memperlancar jalannya sidang. Selain itu terdakwa juga belum pernah dihukum.

Atas pertimbangan itu, JPU meminta agar majelis hakim menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUHP.

“Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dikurangi masa tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” ungkap Widana.

Menyikapi tuntutan itu, Gede Suryadilaga langsung mengajukan pembelaan lisan. Penasehat hukum mengaku keberatan dengan tuntutan yang diajukan JPU. Pihaknya pun meminta agar majelis memberi hukuman seringan-ringannya.

“Terdakwa tidak memiliki niat menghilangkan nyawa korban. Terdakwa juga mengakui dan menyesalai perbuatannya. Apalagi terdakwa adalah tulang punggung keluarga dan tidak pernah dihukum sebelumnya,” ujar Suryadilaga.

Ucapan itupun juga diamini Gunik. “Terus terang saya sangat menyesal yang mulia,” katanya.

Atas pertimbangan itu, Majelis hakim kemudian memutuskan menunda sidang. Sidang akan dilanjutkan pada 30 Juli mendatang, dengan agenda pembacaan putusan.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia