Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Rai Warsa: Kembangkan Leci Payangan dengan Konsep OVOP

09 Juli 2019, 21: 33: 09 WIB | editor : I Putu Suyatra

Rai Warsa: Kembangkan Leci Payangan dengan Konsep OVOP

I Made Rai Warsa,S.Sos (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Kecamatan Payangan menyimpan potensi luar biasa. Jejak pohon leci masa lalu menjadi bukti bahwa, bahwa sebenarnya potensi Payangan luar biasa. Setelah seorang dari Keluarga Lie asal Tiongkok di Abad 18, membawa pohon Leci dan semenjak saat itu Payangan sebenarnya sudah menjadi cikal bakal sentra Leci.

Menurut tokoh masyarakat Gianyar I Made Rai Warsa, hasil leci Payangan mirip negeri asalnya Tiongkok. Buahnya besar, manis, legit dan enak. Hal ini belum bisa disamai dengan daerah lain. “Kemungkinan karena topografi, secara alam, suhu dan cuacanya nyambung dengan di daerah asalnya di Tiongkok. Membuat  buahnya bagus, mirip Leci Tiongkok,” kata politisi asal Payangan ini.

Rai Warsa mengatakan, dengan fakta – fakta kejayaan Leci zaman dulu di Payangan sebenarnya Payangan bisa menjadi sebuah area untuk dikembangkan secara khusus untuk leci. Ada konsep yang disebut dengan One Village One Product (AVOP). Jadi satu Desa atau Kecamatan dikembangkan khusus untuk satu komuditi perkebunan atau pertanian. “Dengan konsep ini, Payangan bisa dikembangkan untuk setra leci. Untuk nanti bisa mengangkat ekonomi Payangan,” ungkap mantan wartawan senior ini.

Baginya, ketika bisa nanti Payangan terfokus untuk menghasilkan leci, secara otomatis dari segi pasokan akan banyak. Hasil leci Payangan bisa nanti memasok untuk Bali misalnya, atau bisa ke luar Bali. Selain itu pola pemasaran juga bisa nanti lebih professional, ketika hasilnya memang banyak. “Bahkan untuk bisa berkesinambungan, bisa nanti dibangunkan cold storage (penyimpanan buah dengan suhu dingin untuk jangka panjang). Konsep OVOP ini bisa dikembangkan untuk leci Payangan,” sambung politisi PDIP yang lolos ke DPRD Bali ini.

Tak hanya untuk leci sebagai hasil buah, ketika Payangan kembali bisa dikembangkan menjadi setra lecinya Bali. Imbas pariwisata juga akan terjadi. Bisa nantinya dikembangkan ke arah agrowisata atau ekowisata. Misalnya paket wisata memetic leci, kemudian dari segi edukasi wisatwan bisa diajak tahu cara hidup dan menanam leci. “Banyak hal yang nanti bisa dikembangkan, termasuk ke pariwisatanya,” imbuhnya.

Bahkan hasil buah leci bisa dikembangkan, menjadi olahan pasca panen. Misalnya dijadikan sirup leci, ini akan menambah nilai hasil buah leci. Namun itu semua adalah ketika setra leci bisa terbangun kembali di Payangan. Akan jauh lebih bagus, ketika saat ini semua masyarakat Payangan dan sekitarnya kembali menanam leci. “Tentunya pemerintah mesti menyambut dengan semangat, untuk menopang dan mengembalikan Payangan sebagai sentra leci,” harap Rai Warsa.

Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Pemprov Bali, mesti semangat mengembangkan potensi yang dimiliki oleh Payangan. Ketika konsep OVOP digunakan daerah lain dengan karakteristik wilayahnya pasti akan bisa dikembangkan dengan potensi masing – masing. “Misalnya Durian Bestala di Buleleng, sama halnya Mangga Depeha di Buleleng. Jeruk Kintamani, Kopi Kintamani dan banyak lagi potensi daerah lain, yang bisa dikembangkan dengan pola OVOP,” urai Rai Warsa.

Terkait dengan Leci Payangan, selaku orang Payangan Rai Warsa mengaku akan mengambil beberapa langkah nyata terkait dengan Leci. “Saya orang Payangan, mari sama – sama bangkitkan Leci Payangan. Selain mengembangkan potensi – potensi lainnya,” pungkas Rai Warsa.

(bx/art/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia