Selasa, 10 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Siswa SLB Dilatih Sport Massage

Diharapkan Dapat Menjadi Bekal Setelah Tamat

10 Juli 2019, 18: 12: 03 WIB | editor : Hakim Dwi Saputra

Siswa SLB Dilatih Sport Massage

SPORT MASSAGE: Siswa SLB Negeri 1 Buleleng saat diberikan pelatihan Sport Massage oleh Dosen Prodi Porkes STKIP AH Singaraja. (PUTU MARDIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Sejumlah dosen di Prodi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan STKIP Agama Hindu Singaraja memberikan pembinaan berupa Pelatihan Sport Massage kepada Siswa SLB Negeri 1 Buleleng. Pelatihan sport massage kepada siswa tuna rungu tersebut diharapkan menjadi peluang bisnis kedepannya pasca mengenyam pendidikan di SLB.

Kegiatan yang dikemas dalam Pengabdian Pada Masyarakat (P2M) ini berlangsung selama tiga hari, terhitung dari tanggal 11-13 Juni lalu. Sebanyak tiga dosen pun terlibat dalam kegiatan ini. Seperti Ade Hindhu Prastya, S.Pd, M.Pd, Gede Hendri Ari Susila, S.Pd., M.Or dan Dra. Ni Nyoman Suastini, M.Ag.

Kepala Prodi Porkes STKIP AH Singaraja, Gede Hendri Susila mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini sengaja menyasar SLB Negeri 1 Buleleng. Dengan harapan, penyandang disabilitas ini dapat mengembangkan wirausaha dalam bidang pemijatan setelah tamat sekolah.

Sebanyak 40 orang siswa pun dilatih tujuh teknik dasar dalam sport massage. Seperti Effleurage (gerakan menggosok), Petrissage (gerakan memijat), Friction (gerakan menggerus),Shaking (gerakan menggoncang-goncangkan),Tapotemen (gerakan memukul), Vibration (gerakan menggetarkan) dan Stroking (gerakan mengurut).

“Kegiatan kami lakukan selama tiga hari. Pada hari pertama siswa diperkenalan dengan teknik dasar sport massage, hari kedua siswa akan mematangkan kembali teknik dasar sport massage, dan hari ketiga adalah penilaian evaluasi teknik dasar sport massage,” ujar Hendri.

Selama memberikan pelatihan sport massage, pihaknya pun menggunakan sejumlah peralatan. meliputi, matras, minyak khusus massage, handuk, mangkok, dan LCD Proyektor. “Harapannya setelah pelatihan ini, mereka memiliki bekal keterampilan sehingga bisa memulai berwirausaha, misalnya membuka usaha pijat atau spa,” jelasnya.

Sementara itu Kepala SLB Negeri 1 Buleleng, Drs. I Wayan Cirtha, M.Pd mengapresiasi kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan Prodi Porkes ini. Menurutnya, selama ini para siswa bimbingannya tidak pernah mendapatkan pelatihan ketrampilan khusus sport massage ini. Terlebih, para siswa dapat mengembangkan ketrampilan ini sebagai bekal hidup.

“Kegiatan pelatihan ini sangat bermafaat bagi siswa. Mereka menjadi tahu bagaimana teknik sport massage yang baik. Apalagi ini kedepan bisa dikembangkan sebagai peluang berwirausaha. Dan semua siswa sangat antusias mengikuti ini,” singkatnya.

(bx/dik/aim/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia