Jumat, 06 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Mengamuk di Gereja karena Depresi Akut, Abdi Dibawa ke RSUP Sanglah

11 Juli 2019, 08: 31: 30 WIB | editor : I Putu Suyatra

Mengamuk di Gereja karena Depresi Akut,  Abdi Dibawa ke RSUP Sanglah

DEPRESI: Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan sebut Abdi mengalami depresi akut. (AYU AFRIA UE/BALI EXPRESS-ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Abdi, 50, jemaah yang mengamuk di Gereja St. Yoseph Jalan Kepundung Denpasar, sejak Selasa malam (9/7), dirawat di RSUP Sanglah. Pelaku dikatakan mengalami depresi akut, dan saat kejadian pengrusakan, berlangsung di luar kendalinya.

"Saat diamankan dia diam saja. Bengong gitu. Lalu kami bawa ke RS Sanglah tadi malam. Dirawat di rumah sakit. Hasil dari koordinasi awal dengan dokter di RS Sanglah di unit IGD bahwa dia mengalami depresi akut," terang Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan, Rabu (10/7).

Pihaknya menjelasnya bahwa saat itu Abdi berada di titik lemah, sehingga menangis dan hatinya lemah. Kemudian emosi muncul tiba-tiba, sehingga mengamuk. Abdi juga diketahui mengkonsumsi obat tensi tinggi. 

Pihak kepolisian langsung mengamankan yang bersangkutan usai kejadian. Hingga saat ini, Abdi hanya terlihat bengong, saat diajak komunikasi pun tidak fokus.

Menurut  keterangan keluarganya, pelaku mempunyai riwayat tekanan darah tinggi. Dan sejak dua hari belakangan tampak gelisah dan susah tidur.

Untuk penyelesaian kejadian ini, Ruddi juga menyampaikan bahwa pihak gereja ingin penyelesaian dilakukan secara kekeluargaan. Permintaan tersebut juga sempat disampaikan Uskup Denpasar, Silvester San.

Sebelumnya, akibat kejadian tersebut, tiga buah kaca jendela gereja pecah, kaca lemari tempat menyimpan Alkitab juga pecah, altar yang berisi ornamen patung dan keramik hancur berantakan.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia