Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Agung Bharata Temui Gus Gaga untuk Minta Maaf, Sebut sebagai Mujizat

11 Juli 2019, 08: 43: 31 WIB | editor : I Putu Suyatra

Agung Bharata Temui Gus Gaga untuk Minta Maaf, Sebut sebagai Mujizat

SANTAI: Mantan Bupati Gianyar Anak Agung Gde Bharata memberikan penjelasan mengenai rencana dirinya madiksa saat ditemui di Puri Agung Gianyar, Rabu (10/7) kemarin. (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Mantan Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Bharata memutuskan untuk menyucikan diri dengan madiksa yang akan berlangsung pada Purnama Kasa, Selasa, 16 Oktober mendatang. Dia pun mengaku langkahnya untuk madiksa bukan karena cita-citanya untuk muput suatu upacara. Hanya saja Penglingsir Puri Gianyar itu hanya bercita-cita mendoakan isi alam ini, agar terhindar dari mara bahaya dan bencana. Hal itu dia jelaskan saat Bali Express (Jawa Pos Group) menemuinya di Puri Agung Gianyar, Rabu (10/7) kemarin.

“Madwijati di klan saya itu disebut Bhagawan. Itu juga tidak langsung muput upacara atau ngeleneng. Cita-cita saya hanya untuk mendoakan diri sendiri, alam beserta isinya, supaya terhindar dari bencana,” tuturnya.

Sebelum rangkaian prosesi madiksa dilakukan, dia menjelaskan harus tidak dalam keadaan yang cuntaka. Baik dalam pikiran, perbuatan, dan perkataan yang tidak baik kepada seseorang. Begitu juga dengan sesuatu tindakannya yang pernah dilakukan secara sengaja maupu tidak disengaja.

Bahkan seminggu sebelum madiksa, Agung Bharata mengaku sempat bertemu dengan Ida Bagus Gaga Adi Saputra yang kerap dipanggil Gus Gaga beberapa waktu lalu. Mantan Sekda Gianyar yang sempat “berselisih” dengannya saat masih menjadi Bupati.

Disinggung pertemuannya dengan Gus Gaga, Agung Bharata menerangkan, hal itu sebagai mukjizat. Pasalnya Gus Gaga memiliki keinginan bertemu dengan Agung Bharata, begitu juga sebaliknya. “Ini merupakan swecan (anugerah) Ida Bhatara, saya bisa dipertemukan dengan Gus Gaga sebelum madiksa. Seperti mujizat. Karena sebelum madiksa harus bersih, dan tidak ada perasaan yang tidak baik,” paparnya.

Ditanya dengan Nabe, Agung Bharata mengaku berasal dari Griya di Siangan, Gianyar. Begitu juga dengan gelarnya nanti setelah madiksa disebutkan menjadi Ida Bhagawan Blebar Gianyar. Namun secara pastinya dia tidak mau menjabarkan, karena kewenangan dari Sang Nabe.

Adanya Bhagawan di Puri Agung Gianyar sepengetahuannya baru kedua kali. Pertama ada penglingsirnya terdahulu yang merupakan Bhagawan Istri. Sedangkan yang kedua adalah sekarang dirinya sendiri. “Mengapa memutuskan madiksa karena ada pawisik. Namun tidak bisa tyang ungkapkan. Begitu juga dengan muput nanti setelah madiksa, boleh saja. Tapi saya juga harus lihat kemampuan diri dulu disamping memang seizin Nabe,” tandasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Gus Gaga mengaku minta maaf dan memaafkan adalah sama mulianya. Memaafkan orang lain dijelaskan juga agar mendapatkan kedamaian dan kemuliaan. “Jujur saya akui sempat mengalami down, depresi, marah dan dendam berlarut-larut. Tetapi saya bersyukur tidak sampai salah jalan. Dan saya tidak boleh menyalahkan siapapun atas semua yang terjadi terhadap diri saya,” ungkap pria yang dipecat Agung Bharata.

Kedatangan Agung Bharata ke grianya yakni di Gria Kawan, sudah sepatutnya diterima dengan tulus. Selain sebagai keturunan Raja Gianyar yang memiliki ikatan historis dengan Gria Kawan, terlebih Agung Bharata adalah calon Sadaka (Bhagawan). “Kami keluarga Gria Kawan merasa berkewajiban mengantarkan beliau dalam menapak jalan suci sebagai Diksita. Terlebih untuk kedamaian semua pihak kedepannya,” imbuh Gus Gaga.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia