Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Meski Pindah Tugas, Golose Jamin Ormas Preman di Bali tak Berkutik

11 Juli 2019, 09: 02: 07 WIB | editor : I Putu Suyatra

Meski Pindah Tugas, Golose Jamin Ormas Preman di Bali tak Berkutik

BALI EXPRESS, DENPASAR - Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose secara tegas dan komitmen tetap akan memerangi premanisme dan berbagai aksi dan dampaknya yang akan timbul di Bali. Hal itu disampaikan saat menjawab pertanyaan awak media terkait tantangan keamanan Bali saat ini.

Golose menegaskan, Bali harus tetap dijaga baik keamanan dan kenyamanannya, sampai kapan pun dan oleh siapa pun, termasuk oleh masyarakat Bali sendiri. Hal ini dilakukan karena Bali merupakan destinasi pariwisata dunia, destinasi terbaik dunia, pulau toleransi dunia, pulau cinta, pulau demokrasi dan seterusnya. Sebagai penanggungjawab utama keamanan Bali, Kapolda meminta agar situasi yang sudah kondusif jangan lagi dirusak oleh citra buruk aksi premanisme.

"Sekarang ini tantangan keamanan yang berat tidak ada. Tantangan itu mungkin ada, dan yang selalu dipertanyakan kepada saya. Dan ini akan saya jawab secara terbuka seperti sekarang ini. Pertanyaannya, bagaimana kalau bapak pindah?, apakah ormas-ormas preman akan hidup kembali? Saya jamin, kalau pun saya pindah dan sebagainya, saya tetap akan berkomunikasi soal ini. Saya masih tetap polisi. Saya tetap akan membantu Bali, membantu Pak Gubernur Bali dan Ketua DPRD Bali, karena kita benar-benar mencintai Bali ini," ujarnya tegas pada Rabu (10/7).

Kapolda melanjutkan, dia adalah Kapolda Bali terlama saat ini karena sangat dicintai Bali. Hal tersebut terbukti dari lamanya Golose menjabat. "Ini hari yang ketiga kali saya merayakan Hari Bhayangkara di Bali. Mungkin saya adalah Kapolda Bali terlama. Saya mengalami dua Gubernur Bali, tiga Pangdam IX Udayana, empat kepala Kejaksaan Tinggi Bali. Tetapi saya lebih terima kasih kepada rakyat Bali yang tetap mencintai Polri di Bali," terangnya.

Golose meminta masyarakat Bali yang sudah kondusif ini jangan sampai dirusak lagi oleh aksi premanisme yang berasal dari tiga Ormas besar di Bali tersebut. Bali ini sudah harmoni, sudah kondusif, dan banyak dikunjungi oleh orang dari berbagai penjuru dunia. Selama ini rakyat Bali hanya bisa diam, masyarakat Bali dengan karakternya yang tidak mau konflik, menjaga keharmonisan dalam kehidupan sosial masyarakat. Citra ini jangan sampai dirusak oleh aksi premanisme di Bali.

(bx/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia