Rabu, 20 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Atap Stage Sidan Rusak Parah, Bahayakan Pengunjung

11 Juli 2019, 16: 04: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Atap Stage Sidan Rusak Parah, Bahayakan Pengunjung

SIDAN : Stage Sidan kondisinya yang memprihatinkan dan dapat membahayakan pengunjung, Kamis (11/7). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Stage Sidan yang terdapat dekat kuburan Desa Sidan, Kecamatan/Kabupaten Gianyar pernah didatangi wisatawan yang berkunjung ke sana. Namun saat ini tempat tersebut kurang perawatan, dan masih banyak dikunjungi warga sekedar untuk beristirahat. Saking kurangnya perawatan kondisinya nyaris roboh dan atapnya banyak yang bocor, Kamis (11/7).

Salah satu penjaga lokasi yang termasuk obyek pariwisata itu, Ni Wayan Dura menjelaskan ia bekerja semenjak Stage Sidan itu ramai dikunjungi turis. Bahkan pada 2013 lalu, ia mengaku sudah sempat diperbaiki bagian bangunan yang dianggap rusak. Sehingga saat ini kembali lagi mengalami kerusakan, dan ia pun mengaku masih  menunggu intruksi dari atasannya ketika ada perbaikan nanti.

“Saya pegawai di Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar sejak tahun 1988, tetapi dapat tugas menjaga lokasi pariwisata ini sejak mulai dibangun sampai sekarang. Kalau atapnya yang bocor dan kerangka wantilannya nyaris roboh ini sudah sempat diperbaiki dulu,” paparnya.

Karena kerangka wantilan itu hanya yang patah satu tiang saja, sehingga pihaknya berinisiatif menyangga dengan potongan pohon bambu. Begitu juga dengan atap berbahan alang-alang yang rusak dan bocor beberapa diisi dengan terpal. Supaya saat ada kegiatan  dan turun hujan tidak menyebabkan banjir.

“Dulu sempat diperbaiki pada tahun 2013, sekarang kembali lagi rusak dan bocor. Setelah diketahui mengalami rusak lagi, sudah juga sempat dicek dari pihak kantor. Namun sampai saat ini tidak kunjung ada perbaikan,” ungkap dia.

Sedangkan PJ Perbekel Sidan, I Made Suparna mengaku lokasi itu memang dikelola oleh Diparda Gianyar tetapi tanahnya dulu milik desa adat.  Sesampainya ia menjadi PJ di sana dikatakan kondisinya memang sudah bocor cukup parah.  “Itu yang kelola dari Diparda, ada pegawainya juga di sana. Pihak desa hanya memiliki tanah adat saja,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Suparna pun mengaku telah sempat berkoordinasi dengan Diparda hingga Bapak Bupati Gianyar.  Hanya saja dijanjikan tahun 2020 akan dianggarkan kembali untuk rehab bangunan yang disebut gedung serbaguna itu. “Waktu saya menghadap katanya ada temuan terkait pemeliharaannya, karena ada plang sanggar di depannya. Mungkin asumsi ti pemeriksa, kenapa Pemda yang membiayai sanggar tersebut, padahal tidak,” tutur dia.

Akibat dari adanya temuan itu, Suparna mengaku sampai saat ini tidak ada yang berani kembali menganggarkan untuk biaya pemeliharaan bangunan yang ada di ujung selatan Desa Sidan tersebut. “Saya juga sempat ke Bupati langsung, dikatakan mudah-mudahan tahun 2020 bisa dianggar kemali. Karena wantilan itu sangat banyak dikunjungi warga untuk istirahat, dan digunakan rapat maupun pentas budaya,” imbuh Suparna.  

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia