Rabu, 20 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Soal Tulang Belulang di Seririt, Ada Info Gadis 14 Tahun Hilang

11 Juli 2019, 18: 46: 49 WIB | editor : I Putu Suyatra

Soal Tulang Belulang di Seririt, Ada Info Gadis 14 Tahun Hilang

TUNGGU HASIL LAB: Tulang belulang yang ditemukan di Seririt, Buleleng masih diperiksa di Lab Forensik Mabes Polri. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SERIRIT-Pasca penemuan kerangka manusia pada Sabtu (6/7) lalu di areal perkebunan cokelat, Dusun Tegalenga, Desa Kalisada, Kecamatan Seririt, Buleleng, polisi terus melakukan penyelidikan. Bahkan, pihak kepolisian telah meminta masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melaporkan ke Mapolsek Seririt.

Rupanya, jajaran Polsek Seririt kini telah menerima laporan seorang gadis asal Desa Celukan Bawang yang menghilang secara misterius. Gadis berinisial ACN yang berusia 14 tahun itu dilaporkan ibunya pada September 2018 lalu. Bahkan, hingga kini polisi belum berhasil menemukan keberadaan gadis tersebut.

Kanit Reskrim Polsek Seririt, Iptu Edy Putu Edy Sukaryawan menjelaskan informasi hilangnya ACN diterima dari Polsek Celukan Bawang sekitar dua hari yang lalu. Hanya saja, pihaknya belum berani memastikan apakah hilangnya ACN ada kaitannya dengan temuan kerangka manusia di wilayah Dusun Tegalenga atau tidak.

Mengingat, sambung Iptu Edy, saat ini proses penyelidikan baru sebatas pemeriksaan saksi-saksi. Belum diketahui secara pasti kapan sekiranya hasil visum diterima dari Lab Forensik Mabes Polri. Sehingga jika telah menerima hasil visum, maka identitas korban diharapkan bisa teridentifikasi.

"Soal ada hubungannya dengan temuan tulang belulang, kami belum bisa jawab. Apakah tulang belulang itu hasil korban pembunuhan atau tidak. Masih menunggu hasil visumnya. Nanti kalau sudah ada hasil visum, baru kami cocokan dengan laporan anak hilang di Celukan Bawang itu," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (11/7) siang.

Sementara Kapolsek Celukan Bawang, AKP Gusti Putu Arnata tak menampik jika pihaknya telah menerima laporan anak hilang pada September 2018 lalu. Laporan itu disampaikan dari seorang ibu bernama Ismu Handyah.

Dalam laporannya, Ismu menyebutkan jika anaknya pergi dari rumah tanpa berpamitan, dan tak kunjung pulang ke rumah hingga saat ini. Pihaknya pun diakui AKP Arnata kesulitan untuk melakukan penyelidikan, lantaran orangtua ACN bertindak kurang kooperatif, dan sulit untuk dimintai keterangan.

Imbuh AKP Arnata, gadis itu dulunya diasuh oleh neneknya. Karena kedua orangtuanya sudah bercerai. Laporan terakhir, anak itu berangkat dari sekolah pakai seragam, tapi tidak kunjung pulang ke rumah. Sehingga dilaporkan ke Polsek oleh ibunya. “Kami sudah berusaha mencari, namun bapak atau ibunya tidak ada respon. Hanya sekedar melaporkan," jelasnya.

Dalam proses pencarian itu, pihaknya pun mengalami kendala. Sebab, informasi yang didapat dari orantua CAN sangat minim. AKP Arnata pun mengklaim telah berkoordinasi ke seluruh jajaran polsek, untuk membantu melalukan pencarian, dengan menyebarkan foto serta ciri-ciri ACN.

"Sampai sekarang anak itu belum ditemukan, makanya kami koordinasikan ke Polsek-polsek. Alamat orantuanya juga sudah tidak jelas, karena masing-masing sudah menikah," singkatnya.

Diberitakan sebelumnya warga Dusun Tegalenga, Desa Kalisada dibuat heboh dengan penemuan kerangka manusia di sebuah areal perkebunan cokelat milik PT Mayora, yang dikelola Perbekel Kalisada, Nyoman Bagiarta.

Tulang belulang tersebut pertama kalinya ditemukan oleh Made Artika, 59 pada Sabtu (6/7) sore. Kala itu Artika hendak memetik buah coklat. Namun secara tak sengaja penglihatannya tertuju pada sebuah benda berwarna putih tergeletak di tanah. Begitu ditelisik, Made Artika dibuat kaget bukan kepalang, rupanya benda itu adalah tengkorak manusia. Hingga akhirnya temuan itu dilaporkan kepada Kelian Dusun untuk selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Seririt.

(bx/dik/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia