Rabu, 24 Jul 2019
baliexpress
icon featured
Politik

Pilih Bali Jadi Lokasi Muktamar PKB, Cak Imin Sowan ke Koster

11 Juli 2019, 19: 18: 37 WIB | editor : I Putu Suyatra

Pilih Bali Jadi Lokasi Muktamar PKB, Cak Imin Sowan ke Koster

SOWAN: Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskanda atau Cak Imin bersama petinggi DPP PKB dan DPW PKB Bali usai bertemu dengan Gubernur Koster di Jayasaba, Kamis siang (11/7). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR – Dua partai politik akan menggelar pertemuan tingkat tinggi di Bali pada waktu yang hampir bersamaan. Dua partai itu antara lain PDIP dan PKB. Keduanya bahkan sudah menetapkan jadwal.

PDIP akan menggelar Kongres V di Grand Bali Beach pada 8 sampai 11 Agustus 2019 mendatang. Sementara PKB rencananya akan menggelar Mukmatar XX pada 20 Agustus 2019.

Kepastian PKB akan menjadikan Bali sebagai lokasi muktamar itu terungkap kemarin, Kamis (11/7). Terungkapnya setelah Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar tiba-tiba sowan ke Gubernur Bali, Wayan Koster.

Pertemuan itu berlangsung di rumah dinas gubernur, Jaya Sabha, siang kemarin. Dimulai sekitar pukul 12.00. Muhaimin Iskandar yang kerap disapa Cak Imin datang didampingi petinggi DPP PKB yang duduk di kabinet Kerja.

Para petinggi PKB yang juga menteri itu antara lain Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir; Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri; serta Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo.

Sementara dari Bali, yang terlihat mendampingi kedatangan Cak Imin itu antara lain Ketua DPW PKB Bali, Bambang Sutiyono, dan Sekretaris DPW PKB, Imam Mutammam.

Meski begitu, pertemuan antara Cak Imin dengan Koster itu berlangsung tertutup. Setidaknya satu jam lamanya pertemuan itu berlangsung.

Usai bertemu Koster, Cak Imin mengaku pihaknya ingin melakukan silaturahmi dengan Gubernur Bali. Sekaligus minta izin terkait persiapan Muktamar PKB ke-XX. Rencananya, mukmatar tersebut akan digelar pada 20 sampai 22 Agustus 2019 mendatang.

Nusa Dua dipilih sebagai lokasi mukmatar yang sedang dipersiapkan itu. Lokasi pelaksanaannya di Hotel Westin. Dan rencananya akan dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.

"Hari ini saya silaturahmi dengan Pak Gubernur untuk permisi terkait akan dilaksanakannya muktamar PKB di Bali pada 20 Agustus 2019. Insyaallah akan dibuka pak presiden," ujar Cak Imin.

Karena itu, pihaknya berharap Pemprov Bali dapat mendukung dan ikut menyukseskan pelaksanaan muktamar tersebut. Apalagi, saat Pilgub 2018 lalu, PKB merupakan salah satu partai pendukung Koster-Ace.

“Kami minta izin agar didukung, diberi suasana yang kekeluargaan dalam pelaksanaan muktamar 20 Agustus," imbuhnya.

Nantinya, sambung dia, ada beberapa agenda yang akan dibahas dalam mukmatar tersebut. Satu di antaranya soal pemilihan posisi ketua umum. Untuk yang satu ini, Cak Imin enggan ditanya siapa saja kandidatnya yang sudah masuk bursa.

"Kemudian membahas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga. Dan rekomendasi-rekomendasi. (Kandidatnya) belum tahu nanti terserah pengurus daerah," jawabnya.

Pun demikian saat disinggung soal jatah menteri di kabinet Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, dia malah mengaku PKB tidak pasang target. Kendati sebelumnya, PKB disebut-sebut mengusulkan sepuluh calon nama menteri ke Presiden Joko Widodo.

Selain itu, dia juga berharap rekrutmen menteri nantinya berasal dari orang yang terbaik. Baik dari partai atau berlatar belakang professional. Dan yang paling penting punya visi menyukseskan pembangunan Indonesia. “Harus berkapasitas. Membanggakan dan unggul,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Koster mengaku pertemuan bersama Cak Imin dan kader PKB lainnya berlangsung cair. Bahkan ditutup dengan makan siang bersama. Bahkan sesama politisi yang tergabung dalam satu koalisi saat pilpres maupun pilgub kemarin, Koster menyatakan siap mendukung agenda Muktamar PKB pada Agustus mendatang.

"Tentu sebuah kehormatan dikunjungi Ketua Umum PKB, Bapak Muhaimin Iskandar dengan para kadernya," katanya.

Dirinya juga memastikan akan mendukung dan ikut mensukseskan perhelatan Muktamar tersebut. Koster mengaku pihaknya juga merasa berhutang budi dengan PKB sebagai salah satu partai pengusungnya di Pilgub 2018 lalu.

"Kami akan back up apa-apa yang diperlukan. Karena waktu saya maju jadi gubernur, beliau memberi dukungan rekomendasi pasangan saya bersama Cok Ace," pungkasnya.

(bx/hai/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia