Minggu, 08 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Satu Korban Kompor Mayat Negari Meninggal

12 Juli 2019, 22: 39: 18 WIB | editor : I Putu Suyatra

Satu Korban Kompor Mayat Negari Meninggal

KORBAN KOMPOR MAYAT: Salah satu korban kompor mayat Negari saat dirujuk ke RS Sanglah beberapa waktu lalu. (DOK. BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, SEMARAPURA - Salah satu korban yang disambar api kompor mayat saat ngaben massal di Desa Adat Negeri, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, I Wayan Murdika, 46, meninggal dunia.  Ia meninggal dalam perawatan di RSUP Sanglah, Denpasar, Kamis (11/7) sekitar pukull 12.00.

Sebelum meninggal, korban sempat menjalani perawatan beberapa hari di rumah sakit. “Luka bakar 70 persen grade dua. Ya bagian dada. Bagian depanlah, dari atas sampai ke bawah,” jelas Kepala Instalasi Forensik RSUP Sanglah Dudut Rustiadi pada Jumat (12/7).

Perbekel Negari I Gusti Agung Ngurah Agung mengatakan, jenazah korban dibawa ke rumah duka, Jumat (12/7). Sore harinya langsung dikubur di setra tempatnya terbakar. Korban yang merupakan karyawan swasta tersebut meninggalkan tiga orang anak. Anak pertama masih kelas XII SMA, sedangkan anak kedua dan ketiga yang merupakan anak kembar masih kelas IX SMP.

Pasca kejadian tesebut, pihak desa adat telah menggelar upacara ngulapin termasuk ngaturang banten guru piduka di tempat kejadian. “Setelah kejadian langsung ngaturang banten. Belum tahu apakah akan ada lagi upacara,” ujar Ngurah Agung yang merupakan kerabat korban.

Musibah terjadi saat negaben massal di Desa Adat Negari, Minggu (7/7) lalu.  Berawal saat memasuk prosesi bakar sawa. Tukang kompor mayat memperbaiki selang kompor yang mampet. Celaka, setelah diganti, gas kompor langsung menyambar krama yang berkerumun. Diduga ada api dupa di sana. Api pun berkorba. Data di Polsek Banjarangkan, enam orang terbakar. Namun dua tergolonng paling parah. Yakni Murdika dan Cokorda Suarma Putra asal Tampaksiring, Gianyar. Sedangkan empat orang lainnya tidak sampai menjalani rawat inap.

Kedua korban yang mengalami luka bakar paling parah, yakni lebih dari 50 persen sempat mendapat perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Klungkung. Namun tak berselang lama, keduanya dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar.  

(bx/wan/afi/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia