Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Orang Inggris Banyak Pesan Topeng Tiki Bangli, Bahannya Akar Bambu

14 Juli 2019, 14: 35: 11 WIB | editor : I Putu Suyatra

Orang Inggris Banyak Pesan Topeng Tiki Bangli, Bahannya Akar Bambu

PASAR EKSPOR: Salah seorang karyawan Sudanca sedang menghaluskan topeng tiki yang akan dicat, Minggu pagi (14/7). (AGUNG BAYU/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, BANGLI - Kabupaten Bangli terkenal sebagai sentra penghasil bambu di Bali. Bambu banyak dipakai sebagai bahan baku kerajinan. Batang hingga akarnya dapat diolah, menghasilkan produk bernilai jual tinggi.

Di tangan Kadek Sudanca, 40, akar bambu dapat diolah menjadi topeng tiki. Topeng yang biasanya dipakai penghias dinding. Buah tangan Sudanca sudah menjajal pasar internasional. Orang Inggris adalah pemesan terbanyak.

Kadek Sudanca, adalah salah seorang perajin topeng tiki yang sudah puluhan tahun merambah pasar ekspor. Pria asli Penida Kelod, Desa Tembuku, Bangli, itu meraup omzet Rp 50 juta dalam sebulan. 

"Pemesan memang banyak dari wisatawan. Biasanya langsung datang ke toko atau menghubungi saya," kata Sudanca ditemui di bengkel kerjanya di Banjar Seribatu, Desa Penglumbaran, Susut, Minggu (14/7).

Sudanca mengakui rata-rata pesanan mencapai ratusan buah. Namun jumlah pesanan tidak pernah tetap. Itu tergantung dari mana pemesannya. Mengenai bahan baku, dia peroleh dari pengepul di Penglipuran, Kayubihi, hingga wilayah Kecamatan Tembuku dan Kintamani. 

"Orang yang paling banyak pesan itu (topeng) dari Inggris. Biasanya dijual kembali. Orang-orang yang memesan memang pedagang di negaranya," ungkap pria yang juga membuka toko di wilayah Tegallalang, Gianyar ini.

Kemampuan Sudanca membuat topeng tiki berawal ketika dirinya bekerja sebagai buruh ukir pembuatan bade di salah satu tempat di Bangli. Merasa kemampuan mengukirnya sudah baik, dia mencoba banting setir. "Memang pertama itu iseng. Masih kerja bikin bade sambil bikin-bikin topeng di rumah. Ternyata bagus. Saya coba perbanyak," tuturnya.

Bagi Sudanca, topeng tiki lebih cocok memakai bahan akar bambu. Akarnya menyerupai serabut membuat hasil ukiran lebih berkarakter. Akar bambulah yang memberi aksen pada topeng. "Pesanan ke luar negeri lebih banyak wajah orang. Di dalam negeri kebanyakan pesan tokoh pewayangan," imbuhnya.

Selain Inggris, produk Sudanca juga menjajal negara-negara Benua Amerika. Seperti AS, Kosta Rika, hingga Meksiko. Dia juga mengembangkan produknya supaya dapat merambah ke negara Asia. Produk yang dihasilkan lebih beragam, seperti gelas, asbak, replika wajah, replika hewan, dan pipa cangklong (alat hisap cerutu).

(bx/aka/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia