Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bisnis

Bermodal Tanah, Wayan Doble Hasilkan Dua Kendi Sehari

14 Juli 2019, 14: 40: 06 WIB | editor : I Putu Suyatra

Bermodal Tanah, Wayan Doble Hasilkan Dua Kendi Sehari

TANAH: Perajin kendi berbahan tanah liat, Ni Wayan Doble tengah mengerjakan pesanannya di Banjar Perangsada, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Minggu (14/7). (PUTU AGUS ADEGRANTIKA/BALI EXPRESS)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Gendi yang terbuat dari tanah liat saat ini masih diburu oleh pembeli. Khususnya orang yang akan menggunakan sebagai sarana upakara. Salah satu perajin kendi tanah liat, Ni Wayan Doble mengaku hanya mengandalkan tanah, dirinya mampu menyelesaikan dua kendi dalam sehari. Hal itu terungkap saat Bali Express (Jawa Pos Group)  menemuinya, Minggu (14/7).

Perempuan asli Banjar Perangsada, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh itu menjelaskan dirinya hanya bekerja saat menerima pesanan dari langganan. Karena kendi yang dibuat menyesuaikan dengan ukuran dan jenis dari pesanan. Ia biasanya menerima order dari krama yang sedang melangsungkan upacara, mengingat ia hanya membuat kendi yang digunakan sebagai tempat menanam orti (sarana upacara).

“Saya hanya bermodal dari tanah, biasanya beli dari tempat orang yang ngeruk tanah. Carinya pun sekalian dua truk bisa sampai dua tahun digunakan. Kalau hanya cari sedikit, nanti kalau ada pesanan lagi  supaya tidak bingung mencari tanah,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Doble megaku satu truk tanah ia dapatkan seharga Rp 400 ribu. Sedangkan tanah yang digunakan kendi dalam sehari paling tidak hanya tiga karung saja. Karena untuk dua buah kendi, ia memerlukan tiga karung tanah saja yang dicampur dengan air.

Disinggung dalam satu hari berapa kendi dihasilkan, ia menyampaikan hanya mampu membuat dua buah kendi yang sudah siap dipakai. Mengingat prosesnya cukup panjang, mulai dari mencampurkan tanah dengan air, membentuk, mengeringkan,  selanjutnya baru dibakar menggunakan  jerami kering agar warnanya kelihatan merah dan kokoh.

“Kalau satu hari itu bisalah membuat dua kendi saja yang prosesnya sudah sampai pembakaran. Sedangkan satu kendi yang berukuran besar ini hanya seharga Rp 125 ribu. Ketika langganan mengambil delapan kendi itu harya Rp 1 juta,” jelas perempuan 49 tahun tersebut.

Ia pun menyampaikan kendala dalam mengerjalan kendi berbahan tanah liat tersebut, yakni terkendala ketika hujan turun. Karena dalam proses pengerjaan setelah dibentuk harus dijemur terebih dahulu, supaya kering sedikit baru dihaluskan. Setelah itu baru memasuki proses pembakaran. “Kalau tidak ada hujan, proses pembakarannya sejam saja sudah selesai. Setelah selesai saya diamkan di rumah tinggal menunggu dari pemesan,” imbuhnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia