Kamis, 21 Nov 2019
baliexpress
icon featured
Features

Jaga, Penerima Bedah Rumah TMMD; Sekolahkan 2 Anak, Istri Sakit

14 Juli 2019, 16: 23: 21 WIB | editor : I Putu Suyatra

Jaga, Penerima Bedah Rumah TMMD;  Sekolahkan 2 Anak, Istri Sakit

BEDAH RUMAH: TNI gotong royong membangun rumah untuk I Nengah Jaga. (KODIM 1610/KLUNGKUNG FOR BALI EXPRESS)

Share this      

Tak sebatas membangun infrastruktur jalan, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Kodim 1610/Klungkung ke-105 di Desa Nyanglan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung juga memberikan bedah rumah untuk warga kurang mampu di sana. Salah satu warga kurang mampu yang dibuat tersenyum oleh korps baju loreng adalah I Nengah Jaga,46. Rumah dikerjakan gotong royong oleh TNI.

 

I MADE MERTAWAN, Semarapura

 

JAGA adalah salah satu warga kurang mampu di Dusun Klod, Desa Nyanglan. Sebelum mendapat bantuan bedah rumah dari TNI, rumahnya terbuat dari bedek (anyaman bambu). Di rumah sempit itu, dia hidup bersama istri, Ni Made Ortiasih, serta dua anaknya. Yakni I Putu Wahyu Artawiguna, 13, dan I Kadek Yogi Juniantara,7. Bantuan bedah rumah didambakan sejak lama. Tak heran ketika mendapat bantuan, keluarga itu bisa tersenyum. Bedah rumah dibangun di atas pekarangan seluas 2,5 are. Tanah tempat dibangun rumah yang kini masih dalam pengerjaan merupakan tanah ayahan desa (tanah milik desa). Dalam satu pekarangan juga ada kakaknya, I Wayan Arka juga kurang mampu. Namun Arka sudah lebih dulu mendapat bantuan rehab rumah dari desa setempat.

Jaga tak punya tanah untuk bercocok tanam atau kegiatan lainnya. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia mengandalkan pendapatan Rp 1,2 juta per bulan sebagai tukang angkut sampah di desa setempat. Kebutuhan makan sehari-hari, dibantu beras oleh pemerintah melalui program Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Sedangkan untuk kesehatannya tercover JKN-KIS. “Saya senang rumah saya diperbaiki jadi rumah yang lebih pantas dan sehat,” ungkap Jaga, Minggu (14/7).

Tak hanya miskin harta. Jaga juga kerap mengalami sakit pada lututnya. Hal itu membuatnya tidak bisa memforsir tenaga untuk menafkahi keluarganya. Harapan agar istrinya bisa menambah penghasilan keluarga tak bisa tercapai. Sebab istrinya juga sakit-sakitan. Sedangkan kedua anaknya masih kecil. Anak pertamanya, I Putu Wahyu Artawiguna duduk di bangku kelas VIII SMP. Sementara adiknya I Kadek Yogi Juniantara masih SD. Praktis, keluarga ini hanya mengandalkan penghasilan Jaga Rp 1,2 juta per bulan sebagai tukang angkut sampah yang dipekerjakan desa setempat. “Dari dulu istrinya memang sakit-sakitan. Tidak tahu sakit apa. Katanya, bayu oon terus (tenaga tidak fit),” ujar Perbekel Nyanglan I Nyoman Setemer. Perbekel ini mengungkapkan, sebelum dipekerjakan desa, Jaga sempat menggarap lahan di mertuanya. Setelah tak lagi menjadi petani, dia bekerja mengangkut sampah.

Pihaknya juga membenarkan, Jaga merupakan salah satu warga miskin di sana. Sebelum mendapat bantuan bedah rumah dari TNI, pihak desa sudah mengusulkan bedah rumah program ke Pemkab Klungkung. Namun hingga ini tak kunjung keluar nama Jaga sebagai penerima bedah rumah. Syukur ada bantuan dari TNI. “Kalau misalnya nanti ada alokasi bantuan bedah rumah dari pemerintah Klungkung, bisa saya alihkan ke warga miskin lain, karena Jaga sudah dapat dari TNI,” tegas Setemer kepada Bali Express (Jawa Pos Group).

Seperti diketahui, TMMD tahun ini, Kodim Klungkung mengerjakan pembukaan jalan sepanjang 2,2 kilometer di Desa Nyanglan. Dandim 1610/Klungkung Letkol Czi Paulus Joni Simbolon mengatakan, TMMD dianggarkan Pemkab Klungkung Rp 1 miliar, dan dari Kodim 1610/Klungkung Rp 300 juta.

(bx/wan/yes/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia