Kamis, 22 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Simpan Sabu, Pedagang Ayam Asal Sumenep Ditangkap Polresta Denpasar

14 Juli 2019, 22: 28: 57 WIB | editor : Nyoman Suarna

Simpan Sabu, Pedagang Ayam Asal Sumenep Ditangkap Polresta Denpasar

ilustrasi (DOK.JAWA POS)

Share this      

BALI EXPRESS, DENPASAR - Afandy Rahman, 19, pria asal Sumenep yang kesehariannya sebagai pedagang ayam di Denpasar, ditangkap Satresnarkoba Polresta Denpasar di tempat kosnya di Jalan Raya Pemogan Gang Mertasari 2 nomor 1 Banjar Dukuh Tangkas, Pemogan Denpasar Selatan, Sabtu (13/7) pada 14.10, lantaran kedapatan menyimpan sabu.

Penangkapan terhadap tersangka Afandy berawal dari ditangkapnya seorang target operasi (TO) Trisno, 19, di kosnya Jalan Raya Pemogan Gang Mertasari 2 nomor 2, Banjar Dukuh Tangkas Pemogan pukul 14.00. Tersangka menyimpan barang bukti sabu seberat 0.4 gram di bawah kasur.

"Dia ini tukang potong ayam. Ditangkap di kosnya,” ujar sumber pada Minggu (14/7).

Hasil interogasi, tersangka mengaku sabu tersebut milik temannya yang dibeli seharga Rp 200 ribu. “Tersangka mengaku sabu akan dipakai sendiri biar bisa kuat saat berjualan ayam pagi harinya,” ungkap sumber yang enggan dikorankan namanya ini.

Dari hasil pengakuan Trisno, petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap Afandy. Hasil penggeledahan kamar kosnya, ditemukan lima paket sabu seberat 0,44 gram. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam korek api di saku celana pendeknya yang diletakkan di atas kasur.

Tersangka Afandy berdalih, sabu itu milik temannya bernama Mahdi (buron). Tersangka hanya dimintai untuk menjual sabu dengan upah sebesar Rp 50 ribu per paketnya. Selain itu juga diberikan upah sabu gratis dari Mahdi. “Selain pengedar, Afandy juga pemakai narkoba,” bebernya.

Kabag Humas Polresta Denpasar Iptu HA Muh Nurul Yaqin, yang dikonfirmasi mengaku belum memonitor tangkapan narkoba tersebut. “Saya cek dulu,” ujarnya, Minggu (14/7).

(bx/afi/man/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia