Minggu, 15 Dec 2019
baliexpress
icon featured
Bali

Petani 70 Tahun Asal Ketewel Ditemukan Tewas di Sawah

15 Juli 2019, 18: 34: 44 WIB | editor : I Putu Suyatra

Petani 70 Tahun Asal Ketewel Ditemukan Tewas di Sawah

MENINGGAL: Seorang petani yang berasal dari Banjar Kacagan, Desa Ketewel, Sukawati ditemukan tidak bernyawa di perairan subak setempat, Senin (15/7). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Penemuan mayat gegerkan warga di Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati, Gianyar Senin (15/7). Diketahui sosok mayat itu merupakan seorang petani bernama I Wayan Tanggu,70, asal Banjar Kacagan Desa Ketewel yang ditemukan  pada pukul 08.00 di perairan subak Nyalungan Banjar Kecupin, Desa Ketewel,  Kecamatan Sukawati.

Sesuai informasi mayat I Wayan Tanggu  itu ditemukan oleh rekannya yang sesama petani. Ketika itu rekannya tersebut tengah mengecek perairan subak. Saat itu dilihatlah korban dalam kondisi terbaring dengan posisi wajah menghadap ke air yang ada di parit.

Dikonfirmasi Kasatreskrim Polsek Sukawati I Gusti Ngurah Jaya Winangun mengatakan sesuai sepengakuan anak korban. Dalam kesempatan itu sehari sebelum ditemukan meninggal  di perairan subak, korban dijelaskan sempat mengeluh tidak enak badan.

“Sehari sebelum korban ditemukan meninggal, anaknya mengatakan bahwa korban mengaku tidak enak badan, ” jelasnya.

Winangun mengaku, pada keesokan harinya yakni Senin (15/7) sekitar pukul 07.00 korban berpamitan untuk pergi ke sawah. Berselang satu jam, yaitu pukul 08.00 ia mendapatkan informasi, bahwa korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di areal subak. “Setelah ditemukan, kemudian saksi langsung menghubungi kadus dan kadus melaporkan kepada kami,” ungkap dia.

Sedangkan dari hasil pemeriksaan oleh dokter dari Puskesmas 1 Sukawati, dalam tubuh korban tidak didapati bekas kekerasan. Namun hanya ditemukan luka pada bagian kelopak mata, hidung,  dan bagian mulutnya. Selanjutnya korban langsung dibawa menuju rumahnya yang ada di Banjar Kacagan, Desa Ketewel, Kecamatan Sukawati.

“Tidak ditemukan bekas kekerasan pada tubuh korban, tetapi ada luka di bagian kelopak mata, hidung, serta mulut korban,” imbuh Winangun.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dusun Kecupin, Desa Ketewel, I Wayan Suwena  mengaku tidak mengetahui secara pasti kronologisnya. Karena ia mendapatkan laporan dari masyarakatnya bahwa ada penemuan mayat di wilayahnya.

“Saya hanya mendapat laporan pagi-pagi ada penemuan mayat. Selanjutnya saya lapor ke Bhabinkamtibmas. Lokasi korban ditemukan itu merupakan sawah milik orang lain, dan korban penggarapnya,” imbuh Suwena.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia