Rabu, 21 Aug 2019
baliexpress
icon featured
Balinese

Setiap Piodalan di Pura Murwa Bhumi selalu Disertai Hujan

15 Juli 2019, 18: 57: 46 WIB | editor : I Putu Suyatra

Setiap Piodalan di Pura Murwa Bhumi selalu Disertai Hujan

UPACARA: Prosesi upacara penyineban di Pura Murwa Bhumi, Desa Pakraman Pengaji, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Sabtu lalu (13/7). (ISTIMEWA)

Share this      

BALI EXPRESS, GIANYAR - Salah satu pura yang terdapat di Desa Pakraman Pengaji, Desa Melinggih Kelod melangsungkan karya agung pada 7 sampai 13 Juli lalu. Anehnya, setiap piodalan dan karya pasti selalu disertai hujan, karena memang terdapat palinggih untuk mohon hujan di sana. Hal itu diungkapkan oleh panitia upacara karya, Dewa Rai Budiasa, Senin (15/7).

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan karya tersebut dilangsungkan untuk memperoleh kemakmuran. Pengempon pura itu berjumlah 1.100 warga di Desa Melinggih Kelod.  Karya tersebut pun merupakan rentetan Karya Agung Pedanan empat tahun lalu. Sehingga rangkaian upacara terdiri atas Rsi Gana dan Ngusaba Goreng. “Selama rangkaian upacara ini dihadiri oleh sesuhunan dari beberapa pura,” terangnya.

Dewa  Rai Budiasa memaparkan terdiri atas sesuhunan di Pura Alas Angker, sesuhunan di Kayangan Tiga di wilayah Desa Melinggih Kelod dan sesuhunan di Pura Pucak Payogan Ubud. Sedangkan prosesi yang spesial di sana adalah upacara Ngusaba Goreng. Dimana prosesi ngusaba tersebut bertepatan dengan upacara dilakukan pada Sasih Kasa, dan beda pada bantennya saja.

Ia menambahkan Pura Murwa Bhumi dibangun di era Rsi Markandya yang dikenal sebagai Rsi yang membangun pura Besakih . “Ada palinggih bernama Sapta Gangga. Tujuan untuk memohon hujan. Ketika musim kemarau panjang, maka dengan sarana banten, warga khususnya krama subak bisa memohon hujan. Harapannya memberikan kemakmuran bagi warga, supaya pertanian subur,” imbuhnya.

Karena pura itu identik dengan hujan, sehingga saat puncak karya selalu disertai hujan. Bahkan itu dikatakan sudah menjadi ciri khas. Kalau puncak karya pasti hujan turun. “Yang paling lebat itu sekitar 5 tahun lalu saat piodalan, hujannya sangat lebat sekali,” tandasnya.

(bx/ade/yes/JPR)

 TOP
 
 
 
Follow us and never miss the news
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia